Tampilkan postingan dengan label a tribute. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label a tribute. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 September 2023

Qawiy

Si kuat yang dititipkan Tuhan pada kami -

Mungkin dalam seperempat abadku, aku tak pernah membayangkan bahwa aku nantinya akan mengakhiri masa lajangku, mengakhiri dolen dolen gak jelas tiap weekend dan semua cuti cuti tanpa juntrungan yang aku sebut dengan "escape plan" mengadopsi daydreaming-nya Paramore, kemudian tanpa bisa kukendalikan siklus itu beralih dengan cepat.

2019

Kisahnya dimulai dari duaribu sembilan belas bulan januari. Secara hukum dan agama aku sah menjadi "beban" dan tanggung jawab orang lain yang disebut suami wkwkwk. Dibalik tawa renyahku tadi, tujuh hari setelahnya aku kehilangan orang yang kugadang sebagai pengganti bapakku. dalam satu bulan itu, aku yang masih meraba menapaki jalan baru merasakan dua fase: senang - sedih.

masih di bulan yang sama, setelah dijatuhkan sejatuh jatuhnya, aku dilambungkan kembali dengan melesatnya karir yang didambakan ibuku. tiga fase: senang - sedih - senang. Jalanku masih meraba raba, tubuh masih agak limbung, tidak tahu akan melangkah kemana, tak tahu akan dibawa kemana

Mei, aku mengajukan resign atas semua pencapaian yang kurintis sejak 2016 di kantor lamaku, tempatku belajar, terjatuh, meringis, berkembang, melihat wajah wajah manusia. ada yang harus kukejar, mimpiku, mimpi ibuku, meski harus pindah jauh.

Juni, hari hari makin terasa berat. banyak hal yang harus dikorbankan. Keluarga, jarak, waktu, apapun itu semua dikorbankan demi mimpi ibuku, mimpiku. Hitungan hari aku menjadi orang yang merasa paling terpuruk, sendirian. Padahal ini mungkin jawaban atas semua doaku beberapa tahun yang lalu tentang "hidup dekat dengan alam, sawah, udara segar, desa, kedamaian". ternyata ketika dikabulkan, aku yang paling lantang berteriak "bukan itu yang aku inginkan", setidak-tahu-diuntungnya makhluk seperti aku ini.

Dalam kesendirianku, tiba-tiba aku tidak sendiri, tiba-tiba ada si kuat yang menemani. Seminggu setelah kepindahan di tempat paling terpencil dan sendirian, aku baru tahu kalau ada kamu yang menemaniku, kamu yang tinggal dalam perutku. Mungkin itu alasan kenapa aku tak bisa makan nasi, mual sana sini, suka sekali lihat buah segar beraneka warna, suka makan cilok, sate, es buah dan teman temannya.

Mungkin kamu tidak ingat, kita berdua melewati banyak hal bersama dan tidak satu pun orang turut serta termasuk bapakmu. Kita sering naik turun gunung hanya untuk sekedar mengurus berkas di kota, kita mual muntah bersama di dalam angkot yang cuman beroperasi sampai jam 1 siang. Kita mengejar waktu bersama. Segala bentuk kegiatan di tempat kerja aku sering alpa, karena aku lebih memilih meringkuk menahan nikmatnya lemas di UKS. 

Bapakmu menyempatkan waktu dua minggu sekali mengunjungi kita, kalau ga gitu gantian kita yang naik turun gunung pakai travel biar bisa pulang ke rumah. meskipun di rumah hanya hitungan jam, cukup untuk menghilangkan segala rindu akan rumah. Kita biasanya naik travel hari sabtu lepas isya, sampai rumah pukul 3 dini hari. kemudian minggu lepas isya harus naik travel kembali, sampai tanah rantau pukul 3 dini hari dan langsung bekerja. Kalau di hitung hitung, kita hanya sekitar 16 - 17 jam di rumah. Sekarang kamu sudah paham kenapa kamu dinamai si kuat?

waktu usiamu 5 bulan di perutku, lagi lagi kita harus kehilangan. Ibuku akhirnya menyerah kepada penyakit yang sudah beliau lawan sekitar 6 bulan yang lalu. Ibuku, yang nantinya jadi satu-satunya nenekmu meninggalkan kita. Jadilah nanti waktu kamu lahir kamu tidak punya nenek maupun kakek. Mungkin nanti kamu tak merasakan apa yang teman2mu rasakan. Tapi tak apa nak, nama-nama mereka sudah kami ukir dalam namamu. dalam darahmu, langkahmu, ada mereka yang membersamai. Sekarang kamu sudah paham kenapa kamu dinamai si kuat?

Pun ketika kamu masih di perutku, kita berjuang bersama mengikuti segala kelas dan pelatihan melelahkan saat diklat dasar, melakoni ujian / sidang implementasi latsar. semua kita lakukan bersama. membuat laporan hingga larut, berdua, hanya berdua. Sekarang kamu sudah paham kenapa kamu dinamai si kuat?

- to be continued

Kamis, 28 Juni 2018

-untitled-

Saya merasa sudah melewatkan banyak waktu tanpa menulis.
Selain karena saya merasa tidak mumpuni, ada beberapa hal yang banyak menguras energi saya akhir akhir ini. Saya terlalu tenggelam dalam banyak keinginan tak jelas juntrungnya. Saya terjebak dalam emosi, imajinasi, dunia saya sendiri. Saya egois tak tahu diri. Kerap membandingkan diri dengan orang lain. Padahal seharusnya saya tahu bahwa saya tidak punya apa apa untuk dibandingkan, saya tidak punya apa apa disini. Seperti kata para sufi, "kita semua hanya pengunjung disini" tak membawa bekal apapun, tak (tapi berhasrat) mengambil apapun. Pengunjung, yang sebenarnya tak ingat kapan menandatangani kontrak untuk berperan sebagai pengunjung. Pengunjung yang berlomba lomba untuk mendapatkan label "baik" dan segera lupa, tujuan utama bukan menjadi baik. Baik bukan tujuan, baik hanya serangkaian proses. Begitupun buruk yang sering dicaci, dituding, dihujat, dia pun hanya proses.

Lalu apakah tujuan utamanya? Saya pun belum mafhum dengan pasti, karena cermin diri saya masih lusuh berdebu, saya pun masih berproses untuk menjadi tahu diri, sadar diri bahwa saya bukan apa apa. Saya bukan siapa siapa. Saya tak berhak atas apapun.
Raga yang saya gunakan pun sejatinya pinjaman. Tuhan amat begitu baik meminjamkan hidung ini untuk bernafas dan mencium harum masakan ibu, tangan untuk belajar merajut dan membalik halaman buku, jantung yang terus berdetak bahkan dia bisa berdebar ketika saya merasakan euforia kisah cinta atau karena ada bahaya, mata yang bisa menangisi kebodohan dan ketidaktahuan diri. dan begitu banyak pinjaman pinjaman yang lainnya

budaya saya pun mengajarkan bahwa manusia di dunia ini "mung mampir ngombe" atau hanya mampir untuk minum. Jadi, butuh waktu berapa lama untuk minum? mungkin hanya beberapa menit. Intinya kita hidup hanya sementara, sekelebatan mata.
dengan waktu yang amat terbatas untuk minum, kitapun dihadapkan dengan banyak pilihan mau meminum jenis minuman apa. dan minuman yang kita pilih pun nantinya pasti akan mempengaruhi aspek hidup kita baik hidup kita yang sekarang, maupun kehidupan berikutnya. jadi, dengan keterbatasan waktu yang sudah diberikan, beruntunglah mereka yang memilih sesuatu dengan tepat.
tapi sebenarnya pilihan pilihan tepat yang diambil oleh manusia bukanlah murni pilihan manusia itu sendiri, ada campur tangan Tuhan di setiap pilihan manusia, hanya manusia terlalu congkak dan serakah mengakui bahwa dirinya lah yang melakukan perbuatan baik (saya termasuk manusia itu). ketika kalian memilih untuk berbuat baik dan berderma, Tuhanlah yang menggerakkan hati kalian untuk berbuat baik. jika Tuhan tidak menggerakkan hati kalian mungkin perbuatan baik itu tak kan pernah ada.

kembali lagi saya ingin berbagi sedikit tentang keahlian saya menjadi bodoh dalam membandingkan diri sendiri dengan orang lain. sebenarnya keahlian membandingkan diri sendiri ini tidak mengarah kepada iri, dengki atau apapun. saya lebih banyak menyalahkan diri sendiri akan semua kebodohan yang saya perbuat. saya lebih banyak menyiksa diri saya dengan terus menerus bertanya tanya kenapa saya tidak sebaik si A, kenapa rasanya semua yang saya lakukan, semua yang ada di kepala saya selalu salah? kenapa parameter benar-salah, baik-buruk orang lain dengan saya jauh berbeda?. apalagi ketika mengetahui apa yang saya anggap baik ternyata buruk menurut orang lain, atau saya merasa merugikan orang lain. ketika saya ada dalam fase seperti itu, saya hanya ingin benar benar sendiri, menjauh dari mereka yang saya rugikan. saya malu pada mereka dan malu pada diri saya sendiri. saya menyebut fase ini fase drowning
mungkin terdengar sangat berlebihan, tapi saya yakin pasti ada orang yang memiliki pemikiran seperti saya. atau bahkan mungkin ada yang berfikir lebih rumit? sayapun tidak tahu.

terkadang saya mencari pembenaran pembenaran atas keputusan saya untuk ber-mourning ria, tenggelam dalam dunia saya dan menjauh dari banyak orang. pembenaran yang saya cari biasanya seputar karakter yang berhubungan dengan hari, tanggal, tahun lahir, letak tahi lalat, zodiak atau apapun lainnya. sering juga saya mengerjakan serangkaian tes konyol untuk mengetahui karakter saya.
mungkin terdengar konyol, saya seakan akan tidak mengenali dan mempercayai diri saya sendiri sehingga mencari pembenaran pembenaran absurd akan teori dan pemikiran saya sendiri
jujur, sebenarnya saya tidak mempercayai hal hal yang berhubungan dengan zodiak, ramalan tahi lalat atau sejenisnya. tapi entah kenapa hal tersebut tetap masuk to-do-list saya ketika saya sedang dalam fase drowning

saya jadi ingat waktu saya kecil. ketika saya tahu saya melakukan kesalahan, saya akan mengurung diri saya. bukan hanya mengurung diri di kamar. tapi saya akan masuk ke dalam lemari pakaian ibu saya. lemari gantungan itu tidak begitu luas, tapi masih bisa menampung tubuh kecil dan kurus saya. saya masih bisa mengingat dengan jelas betapa gelapnya disana, saya pun masih mengingat bau lemari dan baju ibu saya. disanalah saya, duduk menangis menyalahkan diri sendiri. kenapa saya melakukan kesalahan seperti itu? apa yang nanti saya lakukan agar tidak mengecewakan mereka yang saya sayangi? dan banyak sekali pertanyaan pertanyaan lainnya (tergantung kasus) yang saya ajukan kepada diri saya sendiri.
bisa dibilang lemari ibu saya sangat membantu saya dalam masa itu. karena saya membiarkan saya berdialog dengan diri saya sendiri. hasilnya? saya memarahi diri saya sendiri dan kembali rewind ke kesalahan yang tadi saya lakukan. kemudian (lagi) saya mengatakan "seharusnya kamu tadi..." kepada diri saya sendiri. dan sesi mengurung diri di lemari akan berakhir dengan serangkaian nasehat dari saya untuk diri saya sendiri.
saya masih ingat doa yang sering saya ucapkan sebelum saya keluar lemari "Tuhan tolong butakan mata saya, bisukan mulut saya, tulikan telinga saya dari apapun yang mendatangkan dosa"
kebiasaan ini berakhir pada saat saya menginjak pertengahan masa SMP. karena lemari ibu saya sudah tidak mampu memuat tubuh saya yang mulai membengkak.

beranjak dewasa, kebiasaan masa kecil saya tetap terbawa kemana mana. bedanya saat beranjak dewasa, saya mengenal apa yang mereka sebut dunia. saya bertemu dengan banyak orang dengan banyak karakter. bagai sisi mata uang, bertemu banyak orang tak selalu menyenangkan. terkadang itu membuat rasa bersalah saya semakin menjadi jadi. kenapa bisa begitu?
kenal banyak orang akan lebih memperluas parameter saya tentang bentuk dan definisi kata sempurna (bagi kebanyakan orang) memperluas pula parameter saya tentang baik dan buruk. saya semakin membuka mata saya, betapa banyak sekali kekurangan dalam diri saya, banyak yang perlu dikoreksi, dievaluasi, diperbaiki. membandingkan diri lagi? bodohnya saya disini.
lalu kemana saya harus berlari?

untuk kalian yang punya pemikiran yang sama dengan saya, mungkin tulisan saya dibawah ini bisa sedikit membantu kalian (walaupun saya tidak begitu yakin)
kadang ketika saya duduk di loteng jemuran rumah, Tuhan sedikit menggerakkan hati saya untuk lebih legowo menerima setiap bentuk dan aspek yang melekat secara materiil dan un-materiil. Tuhan menggariskan, melukiskan, mewarnai saya seperti ini pasti mempunyai arti, maksud, dan tujuan.
tidak ada satupun ciptaan-Nya yang diciptakan tanpa tujuan.

Rabu, 11 Mei 2016

dua puluh delapan april

sudah kelima kalinya kuhabiskan dua puluh delapan april dengan penuh kebimbangan
tahun pertama masih diliputi kedukaan karena memang baru kehilangan
tahun kedua tentu masih sering menangis sendiran. sering duduk melamun menatap matahari sambil bertanya tanya, berandai andai, menitikkan air mata dalam kegelapan
tahun ketiga berusaha menghapus kesedihan, mencari kesibukan, sambil sesekali membayangkan kalau ada njenengan yang memeluk dan menyelamatkan saya dari kesendirian, keputusasaan.
tahun keempat mulai bisa sedikit tertawa, walau sebenarnya dalam hati sedikit merana. mulai sedikit fokus membahagiakan dia, satu satunya hal yang saya punya. mencoba berdiri diatas dua kaki, belajar memahami, belajar lebih mengerti
tahun kelima....
Seperti empat tahun sebelumnya
Tak ada kue kejutan, atau tangis haru karena doa yang kita lantunkan bersama.
Tak ada tawa tawa ringan yang akan selalu lia rindukan.
Tak ada kata bijak atau pesan simpel nan dalam setelah tiup tiup lilin.
bapak, sedikit demi sedikit saya sadar.
akan ada banyak, banyak sekali peristiwa penting dalam hidup saya nantinya yang terlewatkan tanpa njenengan.
tapi jauh dilubuk hati saya yang terdalam, saya tahu, njenengan tidak pernah pergi, njenengan selalu hadir dan ada di sekitar saya.
Saya tau njenengan masih membelai rambut saya saat saya tertidur pulas.
Bapak, kini lia berusaha memenuhi kotak kenangan lia dengan orang baru, peristiwa baru, harapan baru. Meskipun terkadang lia tak yakin dengan jalan yang lia ambil.
Hanya Tuhan Pak, tempat lia berbicara. Karena memang belum ada sahabat seperti njenengan yang mampu membuat lia bercerita panjang lebar.
Jangan kawatirkan lia pak, darah bapak mengalir dalam darah lia, lia pasti bisa.
Lia sudah tak manja, tak lagi mengadu pada ibu.
Lia sudah bisa melakukan banyak hal sendiri pak. Tak bergantung pada orang lain.
Lia sedang menjalani takdir. Lia hanya melakukan apa yang lia yakini.
Kini lia sangat gemar mendengarkan musik musik tua. lirik yang tak pernah tahu artinya apa.
Hanya saja, kedamaian selalu menyergap lia saat mendengarkan musik tua itu pak.
hehehe.. 
Bapak. Sehat selalu disana
Tunggu lia disana
Peluk cium dari anak perempuanmu satu satunya.
Selamat ulang tahun bapak .

Rabu, 20 Januari 2016

Bang Andry Tryarno

sedikit cengegesan waktu mau nulis ini.
mungkin saya akan dibantai, dicincang, direbus, dimakan oleh abang saya saat dia tahu saya menulis ini
untuk kalian yang baca, segera tolong sayaa..
hahahahahaha
okee, lets get started
one of my rascal teachers,
he taught me how to be a girl and never complaining even when I chose to learn about being a boy. (hahaha)
Andry Triarno a.k.a. Andre Tryarno a.k.a. Andik a.k.a. Bithing a.k.a. Babi a.k.a. Andrew dan banyak a.k.a.2 yang lainnya (males gilak sebutin satu satu)

Dia itu manusia paling nyebelin yang lahir 17 Mei (gak mau sebutin tahun, ntar keliatan tuanya hhahaha)
abang ketiga ku. yang jahil setengah mati (tapi gak kebayang kalo gak ada dia.. idupku bakalan sepi kayak kuburan hahahaha)
kenangan pertama?? (ya lupa lahh.. hahahha, ingatanku kan buruk)
yang jelas, dulu dia salah satu orang yang selalu mandiin aku (waktu aku kecil)
pakein aku rok dan bedak (meskipun sejak kelas 3SD aku udah gak pernah pake bedak :p)
dandanin aku (dia selalu tanya "mau belah tengah, pinngir kanan, atau kiri?" saat nyisir rambutku __ penting gak sih bang? -__- toh pas gede2 gini aku sering gak sisiran..)
dia salah satu orang yang sering gendong aku di punggungnya dan ajakin aku beli kue di warung deket rumah (cuman para abangkuu yang bisa gini).
duluu aku sering banget ikutin dia main sama temen2nya. ke sawah, sungai dan ke tempat nyeleneh lainnya. (dia master nyelenehisasi)
kita dulu sering battle, aku dan mas chikots versus dia dan mas bayu (pasti aku yang kalah, kan mereka berdua sama sama bulusnya... hahahaha)
mainan favorit???? mungkin karambol kalik ya (a very long time ago)
hobinya diaa???? ngintipin tetangga (hahahahahahahahaha..)
makanan fovorit??? apa aja dia sukaaa. asalkan bukan ikan laut

oke agak gedean dikit (jaman SD)
hahahaha, sama dia tuh gak ada riwayat "belajar bareng" atau "kakak ngajarin adik" (dia tipe mas yang super duper jenius. apalagi tentang matematika, di jagonya #verbal Irony)
anywayy, dia orang pertama yang ajarin aku origami. dia ajarin bikin kamera dari kertass (makasii bang) . saat itu aku cuman bisa bikin cetakan roti kukus (gatau apaan namanya tuh.. hahahah, yang jelas bentuknya kayak cetakan roti kukus)
SD? aku mulai dikenalin sama lagu2 yang agak lakik sama abang yang satu ini
mulai dari Red Hot Chili Peppers hingga Guns N Roses,
dulu sering liat video konsernya GNR dan dimarahin ibuk gegara terlalu "bising" (maklum, selera ibuk mah Betharia Sonata, Panbers, D'lloyd. udah kenal yang namanya Grace Simon, Ernie Djohan? sumpah bikin ngantuk! hahahaa - tapi udah tuaan gini aku mulai suka juga lagunya ibuk - *efek tiap pagi dicekokin lagu2 itu)
unforgettable things adalah saat aku ulang tahun (gatau yaa.. ulang tahun ke berapa. lupaa),
dia kado aku Kerupuk Upil -____- (so sweet banget gak sih) di bungkus plastik kerupuknya ditancepin korek api kayu (kreatif banget ni orang).. trus dinyalain deh koreknya.
truss trussss pas SD aku kan baru dibeliin ibuk sepeda. gilaakkk seneng banget waktu ituu.. aku milih sendiri itu sepedanya, tiap hari aku pakek mondar mandir di depan stasiun.. eh diilangin sama ini orang (gile lu bang.. haahahah)
ceritanya, waktu itu ada orang yang minjem sepeda. catet yaaa, yang minjem ORANG ASING, kalau orang normal mah, gak bakal dipenjemin, kan kita gak kenal.
berhubung mas andre gak normal (mungkin terlalu baik -___-) dipenjemin deh sepedanya.
dan setelah lima belas tahun berlalu, sepedanya belom dibalikin .... hahahahaaha
mas andry termasuk salah sorang  gitaris yang mainnya yaaaa lumayan lah.. hahahaha (dapet pengakuan dari beberapa orang. tapi presiden atau sekjen PBB belum ngakuin, jadi yaaa, masih lumayan aja lah mainnya wkwkwkwwk).
tapi saat dia maen gitar, air liurku sering netes (kapaaann aku sepinter ituuuuuu.. u_u)
kadang aku berfikir.. kok bisa dia mainnya sekeren ituu... apa mungkin karena tangannya pernah ketiban batu batako *hahahahahahah.
dulu waktu bang andre SMP *saya SD. dia kan sok keren gituhh. punya gank lah, yang rambutnya diponi lah. hahahahaha
singkat cerita, dia sama gank abal abalnya cangkruk di tengah jalan raya yang memang sedang dalam perbaikan. banyak batako di tengah jalan.
maksudnya sih bagus, dia mau gulingin batako biar bisa didudukin... eh, ternyata dia gak mikir batakonya berat banget daannnn "brukkk" batakonya nindihin tangannya.
bego'nya lagi, tangannya ditarik dari bawah batako. hahahaha
alhasil tangan bang andre sukses jadi gepeng. berdarah darah. kasian banget
tapiii untungnya bisa sembuh daaannnn main gitarnya makin keren. (hahahahahha_ gak nyambung)

sedikit tumbuh badanku, SMP.
omaigattt,,,, tiba2 aku sudah SMP. hahahahahaa
dulu waktu SMP, aku selalu dianter ke sekolah. dan pulangnya mesti dijemput. (kadang mas bayu, kadang mas andre) tapi jujur lebih seneng dijemput mas andre. hahahahah soalnya dia teknik nyetirnya oke. kalo mas bayu, aku banyak takutnya, dia ngebut dan agak gak sabaran. pokoknya naik motor berasa naik rollercoaster kalo sama mas bayu wkwkwkwkwwk (ampun mas bayuuuuu)
bang andre selalu pake vespa kuning yang ada stiker "sweet vespa" di depannya.
aku baru sadar waktu SMP kalo mas andre ini punya penyakit "kepedean berlebih" hahahahaah
dia ituu suka membanggakan diri sendiri
hahhahaha oiyaaa itu vespanya sering mogok. tapi yaaaaa lumayan, selain buat akomodasi juga buat fogging (asepnya gila gilaan, tetangga sering ngomel :v hahhahahaah)
SMP pertama kalinya diajarin naik motor. wakakakaka.
sepulang karate (jadi anggota karate cuman 2 minggu -_-) kita berdua jemput bapak, kebetulan gudangnya bapak ada tanah lapang yang lumayan luaassss, jadilah muter2 diajarin sama bang jelek ini.
tapi catet ya, meskipun belajar motor SMP, sampe kuliah semester 3 pun aku tetep gabisa dan gak diijinin naik motor sendiri. judulnya tetep "antar-jemput". hahaha (berangkat bareng bapak, pulang dijemput mas.. gitu aja sampe patung Gajah Mada kutilan)

aku udah gede, SMA
hahahaha kalo inget jaman pendaftaran SMA sering ketawa sendiri .
kebingungan daftar sekolah di surabaya, ngurusnya belibet, harus pindah rayon, ngurus ke dispendik sidoarjo, dispendik surabaya.. super duper ribet, tapiiiiii bang jelek ini yang selalu anterin ke sana sini
ikut pusing ini itu, ikut ribet (makasiii loo bangg)
Tapi perjuangan wara wiri itu sepadan kokk bang.. Hahahaha aku ketrima di SMK favorit si surabaya. (Padahal cuman modal nilai Unas tanpa tes :D)
Kenangan saat SMA?? Banyakkkk
Saking banyaknya aku sampe lupa hahahahaah
Yang pastii abang satu inilah salah satu supir paling setia yang nganter jemput.
Nganterin cari buku (termasuk beliin juga hahaahah... Emang aku perampok total)
Dulu aku pernah nabrakin motornya hahaahaha.. Untungg itu motor gaa rusak rusak amat..
Ceritanya gini nihhh
Pas mau nganter aku sekolah, dia maksa buat 'ngajarin' aku naik motor di jalan raya.
Nah akunya gaa mauu. Ehhh dia maksa.
Yaudah akhirnya aku boncengin dia dengan segala kemampuan dan insting nyetirku yang sangat terbatas
Saat mau belok gang sekolah (gangnya sempit tapi padettt gilakk -______-) aku lupa ngerem hahahaahahah
Alhasil tuu motor nyelonong nabrak motor orang. Hahaahahaha
Untungnya yang punya motor gaa marah wkwkwkwk.
Dan akuu masih inget banget bang andre bilang gini
"Kamu kalo naik motor bukan ngendaliin motornya. Tapi motornya yang ngendaliin kamu" hahaahahahaha anjiirrrr -___-
Kan aku tadi udah bilang gaa mau nyetir banggggg.. Kenapa sekarang aku yang salah .
Tapi sejak saat itu bang andre gaa pernah mau aku boncengin hahaahahah
Bahkan sampe sekarang, pas kemampuan dan insting berkendaraku udah ke level ahli (ahli nabrak, zigzag, nglanggar rambu.. Hahahaahah) dia gak pernah mau aku bonceng.
Mungkin trauma itu sudah mendarah daging #aisshh
Saat aku SMA ini jugalah bang andre memasuki level kehidupan yang lebih dewasa. Cihhhhh dia nikah menn -_____-
Gak nyangkaaa dia bisa nikah. Haahahahaha (padahal sebenernya aku nyesek juga ditinggal nikah. Berkuranglah stok sahabat dan guru gilaku wkwwkwkwk)
Gak nyangka orang yang pacarnya banyak dan hobi koleksi mantan (mantan dia ada belasan, atau puluhan? Entahlah akuu gaa tau pasti.. Wkwwwkkw) bisa juga nemuin cewe yang klik.
Dan nikahlah dia.
Hahaahahaha
Jika kalian mengira kegilaan abangku ini berakhir setelah nikah, kalian salah besarrr
Dia tetep hobi toyorin kepalaku -_____- kayaknya emang penyakit gilanya dia gabakal isa sembuh. Hahaahah

Aku udah tua, Kuliah.
Kuliah? Wkwkwk 4tahun digembleng sama Allah
Mulai tahu sakitnya kehilangan.
Anyway, aku dulu sebenernya nggak minat kuliah. Pengen langsung kerja, males mikir.
Tp bapak, ibu dan mas yg dukung buat coba ikut pmdk,
dan disanalah aku, kampus unair c dianter abang ini tes pmdk dannn gagal hahahaahah
Aku down bangeettttt. Udah ngecewain abang yang repot2 anter sana sini (sumpah aku dulu manja banget)
Dan saat aku sedih dan minta maaf sama abang, kalian tau reaksinya?
Dia malah ngajakin aku download lagunya GNR sama Shania Twain, dia gak marah, gak ngeluh. Malah seakan akan dia memelukku (memeluk tapi diekspresikan dengan toyoran kepala.. Hahaha) anjirrrrr abang satu ini.
Dia cuman bilang "yoweslah" (anjirrrr aku mulai nangis kalo inget ini hahahahaah)
Semua orang tetep nyemangatin aku yang udah loyoo. Tapi akhirnya aku bangkit dan coba berjuang melalui snmptn.
Alhamdulillahnya ketrima di trunojoyo.
Aku kos disana, bermodalkan lagu lagunya abang hahahaaha (kadang kangen ditoyor wkwkwkwk)
Semester tiga bisa dibilang the worst smester ever! Karena bapak pergi jauuhhh ke tempat yang gak mungkin bisa aku dan mas kunjungi. (Okee mulai sedihhh)
Sejak bapak pergi, aku beda banget.
Jadi lebih tough (walaupun hancur di dalam) aku masih punya ibu dan empat mas yang baiikkkk banget.
Mulai bawa motor sendiri, kemana mana sendiri, urus ini itu sendiri.
Senggaknya aku jadi tau kalau selama ini aku bener bener banyak ngerepotin orang.
Bang andre ini bagaikan second father (jangan gede kepala ya banggg).
Saat terpuruknya akuu kangen bapak, dia sering bawain burger. (Itulah kenapa aku suka burger.. Ahhaahahah)
Setahun lebih kita gak main gitar bareng
Seakan susah banget lepas dari kesedihan dan kehilangan bapak.
Dia salah satu orang yang paling rajin ngajak ke rumah bapak. Hahahaha
Abis sholat subuh kalo gaa gitu abis ashar, mesti jambak jambak rambutku buat ajakin ke rumah bapak.
Dia sering bilang "bapak itu hebat, dia ini babat alas. Cariin jalan buat kita nanti menuju afterlife. Kapten yang baik"
Kalau gak gitu dia bilang "aku besok mau dikubur di belakang bapak, biar bisa peluk dari belakang. Kalo kamu dikubur di bawahnya aja. Biar bisa pijitin kakinya bapak" sambil noyor kepalaku seperti biasa (hahahaahah joke yang kadang bikin miris sendiri).
Beside that, beranjak dewasa dan ditinggal bapak. Aku jadi lebih sering beraktifitas bareng abang
Mulai nyuci motor bareng di depan rumah sampe tengah malem.
Hunting tas dan sepatu bareng
Pokoknya banyakkkkk.
Thats why i called him as my second father.
Udah yaaaa cerita tentang bang andrenya
Kasian orangnya cegukan hahahaahaha
Pokoknya dia itu inspirator, sahabat, guru, temen, supir, bodyguard, second father, musuh, segalanya.
Hahahahahahhah
Salam toyor banggggg !!!
*little weird sister

Senin, 30 November 2015

cerita tentang blethok

huaaaa
harus melontarkan memori saya jauuhhh jauuhhhh ke belakang
cerita tua tentang GMC dan band jadulnya.
hehehe jadi kangen
well, bapak saya punya banyak sekali sahabat nongkrong waktu jaman mudanya
salah satunya yaa oom blethok.
wkwkwkw bukan nama sesungguhnya sih
tapi nama julukan dari teman teman satu tongkrongan. nama aslinya suer saya gak tau
saya pertama dan terakhir kali ketemu oom blethok waktu SMA.
kala itu kami sekeluarga mengunjungi kota kecil tempat bapak dibesarkan
Rembang,
yah, salah satu kota yang damai menurut saya
bapak sekeluarga dulu mendiami sebuah rumah sederhana namun lumayan luas (dibandingkan rumah di daerah surabaya.. hehe) di kawasan Leteh, Rembang.
beliau sering bercerita mengenai masa kecil dan masa mudanya yang menyenangkan
cerita-cerita beliaupun sampai saat ini masih terekam dalam visualisasi kepala saya
bapak termasuk anak yang lumayan bandel :D hehehe
dia sering ngambilin mangga tetangganya, sering dikunciin sama ibunya karena pulang pagi! nahlo
hehehehe
bapak dulu punya temen nongkrong, mereka menamai diri mereka GMC. duh! cool buanget toh
tapi kalian tau gak apa kepanjangan GMC? wkwkwkw
GMC stands for Gang Mulyo Club ahahahahha oh noooooo
yappp. Gang Mulyo tempat mereka nongkrong bareng, maen musik bareng, nyolong mangga bareng, nge-date bareng, ngisep heroin bareng, ehhhh.... hahahaha
nah, pas ketemu oom blethok ini, beliau buanyaakkk banget bercerita tentang masa muda mereka
ahhahahahaha
konyol
ternyata nama blethok didapat saat oom yang satu ini terperosok dalam lumpur di sawah saat GMC sedang nongkrong (ajegileee... nongkrongnya disawah :v). alhasil kaki oom ini terkena lumpur yang dalam bahasa jawanya blethok
naaahhhhh sejak saat itu temen temen GMC memanggil om yang satu ini dengan nama blethok.
dari oom blethok ini pula saya jadi tahu kalau dulu bapak adalah seorang gitaris. hehehe
gak heran bapak sendiri lah yang ngelatih anak anaknya buat main gitar. (termasuk saya)
oiyaa.. seperti oom blethok, bapak juga punya nama julukan
hahahahahaha nama julukan bapak adalah gowang :D
bapak mendapatkan julukan kebanggaan itu karena gigi serinya ada yang pecah waktu kecelakaan motor.
sepulang dari rumah oom blethok, kami menyusuri stasiun rembang lama yang sudah dialih fungsikan menjadi ruko ruko dan warung kelontong sederhana.
namun uniknya, bangunan utama stasiunnya tidak diubah sama sekali.
kalau kalian berkesempatan kesana, coba deh kunjungi ex stasiun ini. berasa berada di era yang lain.
naahh, dulu bapak sama club nya suka nongkrong disana. ngopi tipis-tipis
wkwkwkkwkw sungguh club yang aneh -_-"
tapi kata saya sih, mereka berazaskan persaudaraan. saling bela satu sama lain. pokoknya gak kayak club. mereka seperti saudara.
anyway, kenapa saya bilang kalau saat itu juga saat terakhir bertemu oom blethok.
karena beberapa tahun kemudian, saat kami berkunjung kembali ke leteh, oom wito bilang kalau oom blethok sudah meninggal beberapa bulan yang lalu
kami sekeluarga amat sangat sedih.
tapi terkadang ketika saya ingat kisah-kisah oom blethok, saya seakan-akan bertemu bapak tua berjanggut putih yang menasehati saya.
beliau menasehati tentang arti sebuah pertemanan, persaudaraan
tentang saling merasa kesakitan, saling berbagi kebahagiaan.
haahhhhhh
rindu oom blethok.. dan bapak tentunya.

Rabu, 18 Februari 2015

ketika Boe yudisium

Welcome to the real world.
Yudisium.hehehe
Iyaaaa saya tau hari ini kamu yudisium (balesan buat smsmu)
Entah berapa ribu kata maaf yang sepatutnya saya ucapin ya Boe Jelek. Karena emang saya yakin jutaan atau bahkan ribuan kata maaf dari seorang Bolem gak bakal bisa gantiin kehadiran saya disana saat kamu pakai kostum aneh.
Well, saya mau cerita sedikit boe.
Hari ini tepat saat kamu yudisium, saya sebenarnya punya Escaping Plan. Tapii… ada saja halangan yang gak mungkin saya jelasin. Kalo kamu ngotot minta dijelasin siapin Paramex tiga strip ya. Hahahaha
Saya cuma mau bilang. Nikmatin apa yang sekarang jadi milik kamu. Nikmati yudisiumnya. Makan yang banyak yaaa.. soalnya dulu Nita sama saya agak jaim makan pas yudisium (kita takut lipstick kita luntur).
Sebenernya saya pengen kesana buat kasih kamu Magnum. Hahaha kita tidur di trotoar sambil makan sari roti (mulai ngelantur).  Tapi ya gitu. Salah sendiri yudisiumnya gak pas weekend. Kamu minta beliin Magnum sama panitia yudisiumnya aja. Hahahaha
Sumpaaahhhh saya kehabisan kata buat kamu boe. Yang pastiiiii
Congrats yaaaaaaa…. Akhirnya kamu bisa mecahin telormu sendiri. Akhirnya kamu bisa dan akhirnya three idiot bebas dari belenggu penjara bernama Tunojoyo.
Tapi akui saja nanti kamu bakal rindu dipenjara disana. soalnya kan dipenjara bareng orang se-cute saya dan se-jelek nita
hahahahahaha
eh, btw tadi pas acara kamu gak ngelakuin hal aneh kan
kayak keserimpet gaun, kentut keras, atau lipstickmu nempel ke gigi
gak kaannn? hahahaha
semoga gak
*bayangin*

Sekarang secara official kita bisa teriak.
GOODBYE TRUNOJOYOO. Three Idiot Bebaaaassssssss
Terimakasih atas ribuan kenangan yang menurut saya sesusah susahnya kita. Kita tetep bahagia
Hahahahahahaha

Miss you sooooo much

Boe Boe, Unyil, Bolem (Unfinished Story)

Ini adalah kisah tiga manusia biasa yang mengalami hal hal yang biasa (bagi orang lain),
tapi luar biasa (bagi mereka).
Sebuah persembahan untuk pulau keras, indah, penuh kenangan. Madura
Untuk dua insan tak sempurna, namun ketika bersama terasa sangat sempurna
Boeboe dan Unyil

Satu
Gua nulis kisah ini, bukan untuk menggenjot popularitas siapapun atau menguntungkan pihak manapun. Gua cuman ngetes, seberapa kuat memori gua. Hehehe. Pepatah lama berkata (maklum, gua termasuk spesies yang suka sama hal hal tua #apaan cobaa) “Lupa dan ingat. Dua hal yang menentukan karakter seseorang”. Kalian pada tau kan tu pepatah maksudnya apa?. So, gua gak perlu jelasin yaa. Gua yakin yang baca cerita ini adalah orang cerdas (modus. Sebenernya gua gak begitu paham makna tu pepatah.. hahaha).
Ini kisah berawal di tahun 2010, saat gua baru lulus SMA di salah satu sekolah di Surabaya (gua gak mau nyebutin merk). Sebut saja nama sekolah gua SMKN 1 Surabaya (eh, sorry gak sengaja kesebut.. hahaha). Nah, lu tau kan slogan SMK?. Yap ‘SMK Bisa!’ maksudnya tuh kerja bisa, kuliah bisa, begono. Tapi gua rasa tu slogan agak ironi deh. Lulusan SMK emang sih bisa langsung cari kerja, tapi untuk kuliah, gua ngerasa anak SMK agak susah buat masuk PTN.
Gak percaya? Gua buktinya. Hahahaha
Sekarang lu pikir deh ya (sedikit ngomong pendidikan, biar dikira orang pinter, hehe). Ujian masuk PTN kan yang diujikan tuh mata pelajaran SMA, kayak IPS dan IPA. Nah anak SMK kan gak ada noh pelajaran berbau IPA dan IPS. Kita mah adanya pelajaran produktif sesuai jurusan. Sampe jelek pun ketemunya tetep mata pelajaran produktif. Kalo lu jurusan multimedia, dari kelas satu ampe lulus, lu bakal ketemu mata pelajaran produktif multimedia. Begitupun dengan jurusan yang lainnya.
Kalaupun ada IPA atau IPS, itu ya cuman lewat doang (Hehehe) Secara kita udah mabok sama yang namanya produktif.
Jadi, bisa lu bayangin gak, gimana sakitnya hati gua (lebay), sebagai anak SMK yang gak pernah dapet pelajaran sejarah, sosiologi, apa lagi noh, disuruh ngerjain soal soal ntu saat ujian masuk PTN. Gua cuman bisa mantengin soal ujian sambil megangin kepala (hahaha). Gua masih inget banget. Soal yang pertama kali gua kerjain adalah soal akuntansi (secara, itu jurusan gua waktu SMK. hahahaha).
Endingnya, gua tetep gak lulus tes masuk PTN yang gua pengenin. Sebenernya gua gak nyalahin yang bikin soal sih, hahaha. Cuman gara gara gak lulus tes, gua jadi agak nyesel masuk SMK (oh noo… bahaya kalo guru SMK gua baca ini). Tapi akhirnya, gua nganggep gua-nya aja yang begok, kok nggak lolos tes (daripada ntar gua di demo dari pihak yang bersangkutan yaa.. haha).
Setelah ditolak dari PTN yang gua pengenin, hati gua sakiiiitttt banget, hahahaha (mulai lebay). Tapi gua gak nyerah. Gua lanjut ikut SNMPTN, disini gua mengandalkan faktor luck dan sedikit tak tik (kalo yang bikin soal aja bisa ngakalin gua, kenapa gua gak bisa ngakalin mereka? Hohoho).
Taktik gua simple kok. Kan SNMPTN memungkinkan untuk milih dua universitas yang berbeda, nah gua milih satu universitas yang gua suka (waktu itu gua milih UGM). Satunya gua milih universitas yang peluang buat ketrima gede (gua sadar diri kalo gua kurang pinter.. puas luu? hahaha). Jadi gua milih Universitas Trunojoyo yang ada di pulau Madura.
Gua mupeng banget buat ketrima di UGM. Secara gua pecinta segala hal yang kental dengan budaya. Gua pengen kuliah di lingkungan yang tenang dan budayanya kental. Jadi gua bela belain puasa senin kamis, solat tahajud (ada maunya) berdoa tiap hari, supaya bisa masuk UGM, hahaha. (pasti mahasiswa UGM yang baca ini pada ngetawain gua deh).
Dan, akhirnya waktu pengumuman pun tiba (dag dig dug…). Gua masih inget, itu pengumuman online. Gua buka web SNMPTN pake handphone.
Setelah masukin nomer id dan password, gua log in.
Jantung gua makin dag dig dug pas nama gua mulai muncul. Trus, gua scroll ke kanan (kan layar hape kecil broo) jurusan Sastra Inggris.. wiihhhh rasanya seneng banget dah pas baca tabel itu. Kan tandanya gua ketrima. Gua udah ketawa ketawa girang gitu, hahaha..
Gua scroll ke kanan lagi tuh layar hape. Dan tawa girang gue mendadak lenyap saat nyampek nama unversitas. Lu tau nama universitasnya apa? Yapp saudara saudara.. Universitas Trunojoyo Madura. (#eaa penonton kecewa.. gua yang nulis aja kecewa, hahahaha).
Sesaat gua speechless, antara seneng dan bingung. hahahaha
Tapi jujur sih, waktu itu banyak senengnya (garis bawahin yaa.. waktu itu hahaha). Karena gua bisa nyenengin hati keluarga gua. Kan kasian, mereka udah repot ngurusin gua. Apalagi abang gua yang rela jadi sopir. Dia wara wiri cuman buat ngurusin tetek bengek kuliah gua.
Senggaknya, ketrima di PTN lumayan ngebayar semua pengorbanan keluarga gua lah (walopun PTN nya bukan yang diharapkan.. hehehe)
Oke. Setelah pengumuman SNMPTN, imajinasi aktif gua mulai bekerja. Gua dikaruniai Tuhan imajinasi super duper aktif. Gua hobby banget bayangin dan ngerancang detail suatu hal. Mungkin bagi kalian ini hal yang aneh, tapi gua ngaku kalo sebelom tidur gua selalu mikirin sesuatu. Entah itu seseorang (hayoo siapa? ), sebuah kejadian, atau hanya kisah imajiner gua.
Setelah pantengin tuh layar hape, gua dengan polos dan bodohnya tanya ke ibu gua.
“Trus nanti gimana?”
“Ya, kamu kos lah disana. nanti kita cari kos.”
Sumpah, gua mendadak panic at the disco (hahaha). Gua mulai bayangin hal hal yang berlebihan. Tiap malem gua jadi susah tidur. Mulai ngebayangin gimana hidup gua di pulau bernama Madura.
Jujur, pertama kali denger kata Madura, yang muncul di benak gua adalah serem (siap siap didemo orang Madura. hehe). Maaf, gua sebenernya gak bawa bawa unsure SARA dalam cerita gua ini, jadi kalian jangan salah tangkep ya. Gua malah mau menyibak tabir (alah), gimana indahnya perbedaan, gimana indahnya keberagaman, gimana indahnya Indonesia.
Yap, gua ngaku kalo Madura emang serem dimata gua. Sebelum berangkat mengasingkan diri disana, gua ngebayangin lingkungan yang kasar, kalo ngomong teriak teriak, anarkis, kotor dan kumuh (ini salah gua sih, men-stereotype-kan orang Madura berdasarkan pedagang di pasar deket rumah yang emang mayoritas kumuh.. hehehe, maaf).
Tapi kalian tau gak. Dugaan gua, asumsi gua, segala pemikiran gua tentang orang Madura (gua yakin beberapa dari kalian ada yang berpikiran sama) SALAH besar. Gua ulangi lagi ya, anggapan gua dan kalian, anggapan kita salah besar.
Gua bisa ngomong kayak gini karena gua hidup disana men. Gua bergaul bersama orang disana. sedikit banyak, gua tau seperti apa mereka. Mungkin, nanti dalam cerita ini kalian bisa menyimpulkan sendiri seperti apa sebenarnya Madura.
Tuu kan mulai ngelantur. Lanjut ceritanya yaa
Seminggu kemudian….. (ceritanya kayak di komik komik noh)
Gua dianterin sama Ibu, Bapak, plus abang gua ke kampus buat registrasi dan administrasi. Dan saudara saudara, gua sangat shock waktu pertama kali tau rupa kampus gua. Gilak meennnn, ni kampus apa hutan ya?. Pohon pada banyak. Yah, kalo banyak terus tertata dan terawatt sih gak masalah men. Nah ini pohon pohon pada tumbuh ‘liar’, ibaratnya kalau mau tumbuh ya tumbuh aja, kalau mau meranggas ya silahkan, atau kalau mati ya mati aja (hahaha, maaf pak. Emang itu kesan pertama masuk kampus).
Dan gua masih ingat banget, gimana Bapak gua menenangkan kepanikan gua.
“Suasananya tenang, enak buat belajar,” kata bapak gua sih gitu, entah itu beneran pendapat bapak atau cuman biar gua tenang aja. Hahahaha
Gua sih nge iya in aja men. Tapi dalam hati gua bilang gini, “yah, gimana gak tenang pak. Ini hutan, pake ‘n’ pak. Hutaaaannnn.” (udah kalian jangan ngetawain gua deh, dosa taukk)
Setelah tetek bengek administrasi selesai, gua dan family cari kos yang oke. Dan setelah muter muter, ketemulah dengan kos yang judulnya “Shafa”.
Alesan keluarga gua milih ini kosan soalnya jadi satu sama toko dan warnet. Takutnya kalo gua kelaparan bisa langsung ke toko (sapa tau bisa kasbon dulu.. hahaha). Selain itu, kosan gua ada di pinggir jalan raya telangnya. Jangan ketipu sama kata kata ‘jalan raya’ ya. Kalau di benak kalian raya telang itu jalan gede yang ada pembatas jalan trus aspalnya mulus, kalian salah besar. Raya telang tuh, jalannya ibarat muka mas gua yang jerawatan tuh. Trus lebarnya paling cukup buat dua mobil doang.
Jalanan disana, aspalnya gak rata. Jadi kalo pas musim hujan dateng, bakalan banyak banget genangan air. Yaa itung itung pengganti kolam renang lah, hahahha. Gak cuman itu aja broo, disisi jalan yang katanya ‘raya’ ini, juga ada tamannya. Hahaha, cuman bedanya taneman disana semuanya taneman liar, semak belukar, dan rumput liar yang tumbuhnya subhanallah gak pake aturan. Gua yakin deh diantara semak belukar itu pasti ada ulernya.
Udah deh yaa, gausa ngomongin yang namanya uler. Gua paling males kalo bahas hewan yang satu itu, hehehe. Oke lanjut ke cerita gak penting gua.
Setelah nemu kos, gua gak langsung pindah. Sekitar dua minggu kemudian, gua baru pindah ke kosan. Maklum ya, gua bukan termasuk orang yang ribet dan males ruwet, so bawaan gua pun gak banyak banget. Tapi meskipun cuman bawa satu koper dan satu tas ransel, semua keluarga gua ikut nganterin.
Eh gua lupa bilang ya, kalau keluarga gua tuh termasuk keluarga besar. Ibu sama Bapak gua dengan sukses memunculkan lima produknya di dunia ini. Yap, gua lima bersaudara. Kebetulan gua anak paling bontot, kalo di jawa namanya anak ‘ragil’ dan satu satunya cewek.
Jadi, kalo kalian ketemu sama gua jangan kaget kalau tingkah laku dan gaya gua agak gimana gitu. Maklum lah, pengaruh cowok sangat kental dalam kehidupan sehari hari gua. Ini udah gua ingetin ya, tapi kalau kalian masih aja kaget kalo ketemu gua, gua bakal terima kenyataan dengan lapang dada (apaan sih.. hahaha).
Gua bukan tipe cewek manis, wangi, rapi, bersih, lembut, apalagi putih. Gua cewek yang bisa dibilang ‘out of context’ lah, hahaha. Semua yang ada di dalam diri seorang cewek, gak ada sesenti pun yang nempel di tubuh gua. Dan gua cuman bilang ‘bodo amat’. Gua ya gua (haha, premannya keluar).
Meskipun gua item, jelek, bau, dan agak jorok, keluarga gua tetep sayang sama gua. Buktinya pas gua berangkat kos, mereka semua nganteri gua men. Berhubung keluarga gua gak punya mobil yah, jadinya peke motor. Kebayang gak kalian berapa motor yang dipake buat nganterin gua… hahaha. Gua berasa konvoi gitu deh. Jujur, saat itu adalah saat yang mengharukan buat gua.
Gua kalo inget hari itu, pasti ketawa gak jelas, hahaha. Secara ya, habis nganterin gua pindah ke kos, ibu gua pakek acara nangis. Gilak aja men, gua paling gak bisa kalo liat ibu nangis. Akhirnya gua ikutan mewek (gua cengeng, ini salah satu aib gua. hahaha)
Setelah semua orang pulang, gua bilang ke diri gua sendiri.
“Here we go, petualangan dimulai”




Dua
Sebelum berangkat ke Madura, bapak gua udah pesen satu hal sama gua. Kata beliau, gua harus bisa menempatkan diri dan mencari teman sebanyak banyaknya. Mulai deh, gua belajar bersosialisasi dan hidup di lingkungan yang sama sekali gak gua kenal.
Orang pertama yang gua kenal waktu di kos pastinya temen sekamar gua. Namanya Ira Puspitasari asli Pamekasan, dia jurusan kelautan. Dan alhamulillahnya ya, dia satu tipe sama gua. Sama sama joroknya, hahahaha. At least, saat gua males bersihin kamar gak ada yang ngamuk lah. Kan satu perguruan (perguruan jorok se-Indonesia). Lucunya lagi ya, barang barang kita tuh banyak yang kembar. Masak ya tas kita kembar, sepatu sneakers kita juga kembar. Sumpah, kita ketawa banget waktu itu (langsung klop deh).
Terlepas dari temen sekamar, gua mau ngenalin kalian sama yang namanya Faiq dan Ani. Mereka kamarnya di sebelah kamar gua. Dan mereka cewek normal nan cantik, halus, lembut, wangi dan apalah itu. Pokoknya mereka beda pake banget sama gua. Tapi, mereka temen kos yang lumayan baik (soalnya si ani sering minjemin gua gitar.. hahaha modus). Duo cewek cantik ini selalu jadi maskot kos Shafa. Soalnya mereka anak kesayangan ibu kos.
Nah, awal banget di kos. Gua bingung mau makan apa, apalagi itu pas bulan puasa. Otomatis gua pendekatan sama si duo cantik ini, secara mereka adalah penghuni pertama. Gua inget banget, menu makan gua yang pertama di pulau Madura adalah sate ayam. Dan kalian tau belinya dimana? Di jalan raya depan broo. Kita bertiga musti jalan sekitar dua ratus meter keluar dari raya telang buat nyampe jalan utama. Haduh, gelap gelapan gitu broo. Sumpah, yang gua takutin waktu itu cuman satu, ular. Siapa tau pas kita jalan, trus ada ular yang tiba tiba muncul dari semak di samping jalan, trus gua musti gimana? (sumpah lebay).
Tapi untungnya kita sampai di warung makanan dengan selamat. Penderitaan gua gak cuman itu bro. setelah berjuang beli sate ayam dan pulang ke kos, gua dilema tentang makanannya (hahaha).
Satenya sih enak bro (bagi gua semua enak.. hehehe), tapi nasinya tuh yang rese’. Ketika gua buka bungkusan nasinya, gua sempet shock. Ini nasi belom mateng, berasnya kualitas buruk atau ada kesalahan saat memasak?. Nih, gua kasih gambaran ya: nasinya tuh keras banget, kering gitu, pas diambil dan dijatohin lagi, bulir nasinya pada misah (hahaha, sumpah parah). Gua mikir keras waktu itu, kalo gua makan kasihan rahang dan perut gua, kalo gak gua makan ntar gua kelaperan, mau nyari makanan yang lain juga ogah (ngebayangin perjalanan yang tadi).
Endingnya gua makan juga tuh nasi. Dan kalian tau saudara saudara. Perut gua demo, hahaha. Sakit banget lambung gua, perih. Dan gua kapok gak mau beli nasi di warung itu lagi. Sejak saat itu gua agak selektif milih warung (lebay).
Untungnya ada temen kos yang baik banget. Gua namain mereka grup Lamongan (hehehe). Mereka lima orang, tata, vivin, jaza, nurul dan evi. Berasal dari daerah yang sama dan udah akrab sejak SMA. Mereka keren bro, masak sendiri loo. Jadi kadang ya gua makan numpang mereka (hahahaha..).
Nah, kebetulan banget si Tata ini satu jurusan sama gua. Wuihh, ini anak cantik banget bro. gak cuma itu, dia itu pinter, religious, baik, multi talenta. pokoknya mendekati sempurna lah. Gua banyak dapet info tentang persiapan ospek sastra inggris dari makhluk cantik ini. Secara, gua tipe orang yang selalu ketinggalan dan nggak ngikutin berita terhangat (sorii men, gua gak hobi ngerumpi *edisi ngeles*).
Dari tata juga, gua kenal yang namanya wati. Dia satu kos sama gua sih, tapi gak pernah ketemu. Dia asli Pamekasan, satu jurusan juga sama gua dan tata. Dia kamar kos nya sendirian, gak berdua kayak kamar yang lainnya (maklum, duit dia banyak.. hehehe). Tapi kalo dipikir lagi, mubadzir juga tuh dia bayar kos, hahaha. Secara dia sering numpang tidur di kamar gua atau di kamar duo cantik, faiq dan ani.
Masa ospek atau boleh dibilang masa pembodohan adalah moment yang gak terlupakan (gua gak bakal lupa, secara gua dendam sama panitianya. hahahaha). Tapi karena ospek juga, persaudaraan di kos gua semakin erat. Semua saling bantu masalah penugasan. Kalau penugasan gua selesai, gua bakalan bantu temen yang lain. Begitupun sebaliknya.
Gua emang waktu itu punya prinsip “membangun keluarga” (kayak program KB ya. hahaha). Maksudnya tuh gini bro. gua kan jauh dari rumah, jauh dari keluarga juga. Makanya gua selalu berusaha untuk membangun suasana kekeluargaan dimanapun gua berada. Jadi gua selalu nyaman dimanapun gua berada.
Ya, emang cara bangun atmosfir kekeluargaan itu gak mudah sih. Yang pasti harus menekan ego, mencoba memahami dan mengerti, saling peduli, saling bantu. Alhamdulillahnya, gua selalu nyaman dimanapun gua berada. Termasuk di kos yang makhluknya berasal dari tempat yang berbeda. Mulai dari Bojonegoro, Pamekasan, Sumenep, Lamongan, Surabaya. Kita semua beda, tapi gua bisa bilang kita lumayan kompak (termasuk kompak dalam keburukan. hahahaha).
Gak hanya di kos, gua pun menjalankan prinsip ini di dalam kelompok ospek gua. Jadi kita sering ngumpul, curhat, dan berbagi penderitaan. Tapi kalo boleh jujur nih ya, gua selalu lebih mudah akrab sama cowok daripada sama cewek. Entah ini kutukan atau anugerah.
Jadi hidup gua tuh gak pernah sepi dari yang namanya gossip. Gua akrab sini, dibilang jadian. Gua akrab sana dibilang Pedekate. Apaan? Nyatanya, gua selalu memandang sama semua temen gua. Entah itu cowok ataupun cewek, mereka mandapat perlakuan yang sama. Kalo gua biasa foto berdua sama temen cewek, gua pun ngerasa biasa pas foto berdua bareng temen cowok. Begitupun kalau pelukan, sandaran, gandengan tangan (eh.. hahaha). Ya, nggak lah. Perlakuan sama tapi tetep ada batasnya (tertulis dalam undang undang dasar kehidupan amalia a.k.a. UUD-KA).
Masa ospek pun gua manfaatin dengan baik untuk bersosialisasi, memperluas jaringan (macam operator komunikasi.. hahaha). Dan usaha gua lumayan berhasil. Selama ospek, gua udah dikenal dari penjuru kelas A sampe kelas C jurusan sastra inggris. Tapi meskipun punya banyak temen, tiap orang pasti punya temen yang lumayan deket dan kemana mana bareng kan. Nah gua juga sama.
Meskipun satu kos dan satu jurusan sama tata dan wati, gua jarang banget bareng mereka waktu kuliah. Tata dan wati itu kelas B dan gua kelas A. jadi jadual kuliah kita beda banget. Alhasil gua cari temen lain. Ketemulah gua dengan yang namanya Ririn, Noven, dan Ika.
Mereka bertiga dari jawa semua. Mungkin bagi kalian ini agak rasis. Tapi kenyataannya, di tempat rantauan, seseorang bakalan lebih mudah akrab dan kenal dengan orang yang sesuku. Ini beneran terjadi sama ketiga temen gua ini.
Jadi, kita berempat kalo kuliah itu berangkat bareng. Ngerjain tugas pun bareng, duduk juga berjejer empat, apa apa bareng. Sampe pada satu titik, si Ririn ini bawa motor. Nah, gua tiap hari bareng sama Ririn. Kosan gua sebelahan sama kosan dia.
Tiap hari gua kuliah nebeng Ririn, sedangkan si ika dan noven tetep jalan kaki. Gua jadi gak tega liat mereka jalan (sok baik banget gua.. hahaha). Akhirnya gua berencana buat bawa sepeda buat mondar mandir kampus, atau sekedar beli ini itu ke toko terdekat.
Jujur nih bro, gua gak bisa bawa motor. Secara gua mulai TK sampe segede gajah gini selalu dianter jemput sama abang-abang gua. Sumpah, mereka itu orang paling sabar dan baik sama gua. Kemana-mana gua danterin, ditungguin, dijemput.
Gua emang gak dibolehin bawa motor sendiri. Pegang kunci motor aja bro, bisa diceramahin berjam-jam sama babe. Jadi, gua menikmati jadi seorang putri yang punya banyak supir.
Tiap minggu, tepatnya tiap hari Jumat gua selalu dijemput sama abang gua. Hahaha, meskipun judulnya kost, tiap minggu gua pulang.  Jumat pulang, senin pagi balik dan langsung kuliah.

Minggu itu, kepulangan gua sambil ngelobby orang rumah buat dibawain sepeda. Dan babe nyanggupin buat beliin gua sepeda gunung. 

Rabu, 27 Agustus 2014

BoeBoe part 2

Okeee sekarang gua mau cerita kelanjutan kisah hidup gua bareng si makhluk astral iis. Sebenernya sih gua meles nerusin ni cerita, tapi berhubung di part satu ada tuisan ‘to be continued’ terpaksa deh gua terusin ceritanya #eaaaa
·        
Naik becak gratis

gua udah bilang kannn kalau kita berdua itu kalau ngampus ‘j a l a n’ pake N dan pake kaki. Hahaha *alay*. Nah suatu tempo ya cuy *ikutin gaya iis waktu itu* kita berdua jalan pas siangbolong. Lupa dah cuy ada kuliah apaan. Pokoknya kita berdua jalan kaki di panasnya Madura, kerasnya udara, debu beterbangan, keringat bercucuran #pasti bauk dah kringet kita# -_- [lupakan lupakan]. Eh suddenly, ada becak menghampiri kita. Pertamanya sih gua ngira kalo iis tuu punya utang sama si tukang becak, makanya tu bapak tukang becak nyamperin kita. Eh ternyata bukan, hahaha gua mikir lagi, apa ini tukang becak yang pernah gua katain dulu yaaa *wondering* *day dreaming****

[Flashback]
Daripada kalian bingung, yuukk flashback. Hahahahahaha
Dulu gua pernah ngatain tukang becak -_- wkwkwkwk… ya bukannya apa2 sih ya. Macan gak bakalan gigit kalau gak diganggu. Tukang becak di Telang itu semuanya pembalap super, tapi buta rambu sama gak punya perasaan -_- *siap siap di demo tukang becak se-Telang*. Waktu gua enak enaknya jalan kaki menikmati danau buatan di tepi jalan [telang jalannya gak rata, yang ngaspal matanya siwer, jadi sering ada genangan air pas ujan]. Ehhhh ada becak ngebut dan hampir nyerempet gua.
Okelah gak jadi keserempet, tapii celana gua kegencret air -_-. Sontak jiwa laki laki gua keluar hahahahaha, lengan baju gua sisingkan, tangan gua udah mengacung, daannnnn saudara saudaraaa keluarlah kata kata mutiara dari bibir gua. “Janc*k”. dan kalian tahu ekspresi iis?? Dia malah ketawa, dan ujung2nya saya kena kultumnya -_-.
Yakkk gua diem aja diceramahin, tapi dalem ati gua ngedumel. Kok ada manusia sepasrah luu ya boee -_-. Pasrah bingitss brooo meskipun diinjek2. Tapi gua tau, pasrahnya dia bukan karena takut tapi karena gak mau ribut [#plakkk bedanya apaa???]. hahahahahaha. Ini salah satu sifat kita yang berbanding terbalik.

[Back to the future *kayak judul pilem*]
Nah tuuuu tukang becak ternyata juga bukan yang gua katain. Ternyata dia mau nawarin kita naik becaknya. Berhubung pak becak pake bahasa Madura, si gendut yang ngomong. Intinya dia bilang kalo kita gak mau naik becak, kita pengen jalan, kita kan suka banget jalan kaki *ironi*. Hahahahaha *bilang aja gak punya duit*

Eh si bapak bilang kalau naik becaknya gratis, soalnya dia mau sekalian pulang.hahahaha… kita berdua yang denger kata GRATIS, langsung nyengar nyengir dan naik ke atas becak. Wkwkwkwkwk, diatas becak, gua sama si iis gak berhenti ketawa, nyengar nyengir sendiri.
Makasiihhh bapak becak, aku masih inget wajahnya bapak loooo…. :D
·        
Imajinasi gila di kelas

Yang namanya kenangan itu ya brooo, kalo kalian bisa nikmatin tiap momen, seburuk apapun itu, pasti akan menjadi sebuah kenangan manis yang layak untuk diingat *aihhh aiihh*.
Kuliah dalem kelas mungki bagi sebagian orang membosankan, tapi nggak bagi gua dan si gendut satu ini. Kita di dalem kelas seriing pake banget membayangkan hal hal absurd. Yang liat awan trus bayangin makanan lah, bikin fb manual tulis tangan, sampe ngebayangin senior jadi gebetan. Hahahahaha
Critanya gini broo.. iis tu suka sama senior namanya….. (dot disebut gak nih?? hahaha) yaa mas anu lah. Wkwkkwkw

Nah kebetulan mas ini ada ngulang satu mata kuliah yang sekelas sama kita. Gua masih ingeett broo, iis tu kalo pas mau kuliah yang satu kelas sama mas ini, penampilannya bedaaaa sama hari biasanya. Hahahaha dia pake baju neciss, rapi, warna bisa ditebak kan? Yapp merah. Pokoknya parah nii makhluk satu, cuman pas hari itu doang keliatan cantik -_-. Cuman demi mas anu doang brooo.. hahahaha
 Trus trus pernah ada kejadian yang gua inget banget. Itu kalu gak salah pas kuis kalo gak ujian gitu. Kita datengnya telat, duduk paling belakang. Nah si iis tanpa sadar duduk di belakangnya mas anu. Hahahaha….. dia gak konsen ngerjain tuh kuis. *dasaaarrrrrr*

Keluar kelas, gua yang depresi gara2 gabisa ngerjain kuis ngedumel gak jelas. Dan lu tau respon apa yang dia bilang ke gua?
“Gilakk mall… tengkuknya putih banget.”  *gubraaakkkk*
Hahahahahahahahaa…. Boe boe parahhh
·        
Tukeran sepatu pas PKN

Ini cerita pas zaman gua masih kost di Shafa yang bu kostnya super duper macan (astofirrr orangnya uda gaada.. ampuunn miikkk). Kalau gua inget ini cerita, gua ketawa sendiri, hahahaha. Ngapain juga gua ngelakuin hal konyol ini.

Seperti biasa, iis jemput gua di kosan, kita kuliah bareng. Nah kebetulan si wati juga bareng kita. Ide gak waras pun mulai melintas di otak gua waktu si wati tantangin gua buat make flat shoes nya cewek. Gua bilang aja sekalian adu mental, gimana kalau kita tukeran sepatu sebelah sebelah. Peraturannya mulai dari berangkat sampe pulang gak boleh dilepas. Konyolnya mereka setuju.

Habislah kita jadi tontonan warga satu kampus yang melewati kita. Kuliah pun juga gitu, kita dengan pedenya duduk dibangku depan brooo.. pas depan dosen, haahahaha. Gua masih inget pak busro jelasin pelajaran gak konsen gara2 ngeliat tiga manuasia cantik nan eksotis di depannya.
Sampe pas pulang pak busro titip salam buat kita. Hahahahaha. Kita dijuluki Charlie angels -_- gapapa deh, asal gua jadi drew Barrymore nya. wkwkwkwkwkwk
·        
Style

Di part satu kan udah gua bilang yaaa.. ni mahluk satu stylenya anehh.. celana Army brooo -_-
Semester tigaanlah, gua pengeruhin ni anak buat make celana jeans, hahahaha. Dan endingnya dia pake juga :D. boeee kamu seksi kalo pake celana jeans, BCL kalah boee… afgan kalo liat kamu juga kelepek2, apalagi mas anuuu, dia pasti langsung nikahin kamu.. hahahahaha.
Dan saudara2 celana jeans itu hanya nangkring di boeboe cuman 1 tahunan. Dan tau apaa??? Semester 5 dia jadi muslimah sejati *prok prok prok prok*. Byuhhhh…. Dia pake jubah, rok, kerudung lebar. Dia berubah karena mengalami sebuah tragedy. *gua gak mau cerita weeekkkk*. Tapi apapun bentukmu 
boe, I lope yuu full dah :D.
·        
Jadi fotografer amatir

Nasib punya tangan panjang itu ada enaknya juga ada gak enaknya. Enaknya yaa kalo buat ngejahilin orang, ngupil itu leluasa. Gak enaknya, tangan gua selalu berubah menjadi tongsis hidup -_-. Dimana2 kalo kita bertiga foto (gua, unyil, boeboe) selaluuu gua yang pegang kamera -_-. Mereka berdua tuh kagak pernah mau. Alasannya gabisa moto lah apa lah eek lah, hahahahaha.
Mereka selalu pengan jadi obyek foto, dan luu tau siapa yang jadi tukang fotonya?? Gua mennn, guaa… kalo kalian ga percaya, liat aja album2 foto kita. Kebanyakan foto mereka berdua, foto gua yang berdua sama mereka jarang gilaakkkk… kalopun foto betiga, posisi gua selalu ada ditengah *soalnya pegang kamera*

Mereka kalo udah bilang gini “ayuk lah lemm, kamu kan kreatif, ngambil fotonya juga bagus. Bla bla bla” ujungnya pasti minta difotoin. Padahal gua gabisa ngefoto. Yah anggep aja gini, kalau mereka foto bareng gua, pasti mereka takut kalah cantik. Hahahahaha gak boleh protessssss..
·         
Ikut tari lontar

Tari lontar, hahahahaha. Konyol, gua yang kaku kayak tiang belajar nari mennn.. demi pengen ikut festival di pamekasan. J ceritanya iis dan gua sok sok an ikut UKM seni. Padahal kita gaada jiwa seni sama sekali. Hahahaha. Kita aliran ‘abstrak yang menuju kesesatan’ hahahaa..
Misi gua sebenarnya bukan pengen belajar narinya, tapii pengen jalan jalan ke pamekasan. *aji mumpung* hahahaha.. alhasil gua terpaksa belajar nari sambil nyanyi bahasa Madura yang gua gak tau artinya apaan. Yah, gua kayak baca mantra gitu deh ahahahaha… tapi si iis dengan baik hatinya mau menerjemahkan arti lagu yang yaaahhhh lumayan bagus lah ternyata artinya.

Tau gak kalian, gua kira gua bakal mempermalukan diri waktu nari ehhh ternyata ada yang lebih parah, hahahaha. Si gendut kaku banget waktu nari, wkwkwkwk mungkin karena glambir glambir lemaknya yang mendayu dayu diantara lipatan perutnya kali yaaaa.. hahahaha

Pissss boeeee… tapi akhirnya, gua meluncur juga ke pamekasan. Nari di arek lancor bersama ratusan peserta lainnya. Setelah itu, nginep di rumahnya iis dan kalian tau apaa… disana ada sawahhhhh… :D hahahahahaha
·         
Makan disawah

Hehehehe… ini momen yang mungkin gak bakal bisa keulang dalam hidup gua kecuali gua besok punya villa di desa atau pegunungan. Makan disawah merupakan ritual yang sacral bagi kita bertiga.
Sebelum ke sawah, kita bertiga masak makanan yang sederhana lah. [jangan bayangin makanan enak kalau gua yang masak] mie goring, telur, nasi, cabe [metik pohonnya mbak sunar -_-]. Trus kita bertiga ke sawah, makan disana, ketawa bareng, foto, curhat. Huaaaa gua kengen masa ini.
Kapan lagi gua bisa ngerasain momen kaya gini? Bagi gua, momen ini adalah salah satu momen yag paling berharga. Entah bagi mereka hehehehe. Sampai kapanpun, bagi gua sawah adalah surga dunia.
·         
Pohon beringin

Kalo kalian ke Trunojoyo, kampus perHUTANi hahahaha… masuk gerbang, melewati pos satpam, bakal ad ataman kecil bertuliskan merk kampus gua. Nah di balik merk itu, ada sebuah pohon beringin yang besaaarrrr mungkin umurnya dah tua kali yaa… paling seumuran sama buyut gua yang sekarang lagi menyirami bunga di surga. Hahaha. Pohon beringin ini adalah basecamp kita bertiga. Kalo gaada kerjaan,kita duduk2 disini, online, ngerumpi. Bahkan gua tidur disini. Hahahahahaha

Gua gak pernah peduli, mau orang lewat nganggep gua gila kek. Terserah. Yang penting gua seneng. Hahahahaha. Udah jutaan cerita kita bertiga certain di bawah pohon beringin ini. Kadang air mata pun sempat meleleh. Kalo ni pohon idup paling dia bilang gini

“woy minggir woy, ngapain kalian bertiga duduk disini, salah pantatnya pada gede. Berat tau.. jangan duduk di akar gue.” Hahahahahaha
Sekali lagii, terimakasih pohon :D
·        
Numpang foto di belakang audit

Hahahaha, cerita ini bisa menjadi bukti kalau urat malu iis tuh bener2 udah putus
Waktu itu gua sama unyil nganterin si gendut bikin KTM. Nahlooo dasar gendut buta info, dia gak punya sft copy fotonya. Yahhhh udah jauh2 masak batal bikin KTM -_-. Terpaksa gua fotoin pake hape gua, waktu itu masih pake hape N73 :D

Tau gak dia foto dimana??? Dibawah blowernya AC yang outdor tuh . hahahaha gilak ni anak :v. lalu kita bingung. Mindah fotonya gimana??? Pada gak bawa lepi. Cardreader juga gak ada. Tau gak apa yang dilakuin si gendut???

Dia dengan pedenya ngedeketin mas2 yang lagi duduk2. Dia minta tolong sama mas2 itu. Yaampun boeeee malu kaleussss…. Untungnya si mas bantuin, kalo gak apa tak maluuu

Tapi endingnya KTM berhasil dibuat

Untuk yang satu ini, gua mau bilang. HIDUP URAT MALU YANG PUTUS
·        
Keras kepala tengkar kedua

Seumur umur gua berteman sama dia, dua kali doang kita bertengkar. Yang pertama ya pas betty itu. Yang kedua ini sumpah gak jelas penyebabnya. hahahaha

Waktu itu, gua sms nita. Intinya minta tolong, tapi bahasa sms gua kurang berkenan gitu [kata mereka berdua] dan gua gak nyadar. Nyadarnya yaa pas tiba2 si gendut sewot. Gua disewotin gak jelas?? Ya gua sewotin balik lah. Hahahahaha

Tapi endingnya dia minta maaf. Hahahaha gua bilang apa, dia gak bakalan betah marah2an sama gua. Secara gua kan temen yang paling keren dan kece se jagat raya. wkwkwkwkwkwk
·        
Tidur di trotoar

Inilah masa kelam kita bertiga dalam proses membuat skripsi -_-.
Waktu itu judul gua ditolak, begitupun judul si unyil dan si boe boe. Kita bertiga galauuu. Gua bela belain gak pulang. Tidur di asrama. Kita bertiga nangis di lapangan futsal. Hahahahahaha

Sumpah kayak putus cinta -_- hahahaha. Kegalauan berlanjut sampai malem. Kita bertiga kayak orang gila tidur di trotoar cakra, ketawa2, meso2, makan es krim, makan sari roti.

Gua kangen masa ini. Tapi bukan kangen galaunyaa.. :*

THE END



Hehehehehehe… boeee :D
Aku cuman mau bilang. Makasih banget buat semuanya. Makasih buat pengalamannya, petualangannya, ceritanya, jajannya, hehehe
Makasih buat tiap detik tawa, tiap menit bahagia, tiap jam untuk berkeluh kesah. Masih belum bisa kubalas boe.
Kamu makhluk paling unik yang pernah dikirimkan Tuhan untukku *biarin alay*
Mungkin nggak sepenuhnya Trunojoyo itu buruk, buktinya ada kamu dan nita
Buatku kalian berdua itu Teman, Sahabat, Dulur, Guru, Orang Tua, Body Guard, Kakak, Adik, Ustadzah [apa lagi yaa…]
Apapun yang terjadi nanti, dimanapun kita berada nanti, aku pengen kamu terus jadi dirimu sendiri. Perjuangkan apa yang kamu percayai, jadilah apa yang kamu mau boee.
Jangan pernah menyerah dengan semua kesulitan. Kamu bisa, karena kamu IIS J
Semoga apapun yang kamu inginkan dan citakan dapat kamu raih.
Percaya Pada Diri Sendiri. Jangan minder, jangan pernah katakan tidak bisa.
Kamu Bisa Karena Kamu IIS
Sukses Selalu

Happy 22nd Birthday my dear BoeBoe

Aku gabisa ngomong banyak :’) ntar mewekk
Love ya boe :*

Berjuang lebih keras untuk Maret Boe.

Minggu, 10 Agustus 2014

BoeBoe

Well, sebenernya gua ogah nulis2 cerita. Secara kadang ide gua stuck, alias macet di tengah jalan. Kadang hal itu bikin gua BeTe sendiri. Hahahaha #modus. (sebenernya gak bakat nulis)
Tapi dalam buku ini gua bakal mencoba untuk gak stuck (semangat). Secara ni buku gua tulis dan tempel2 buat dua orang yang bener2 berarti dalam hidup gue (lebay parah…). Dua orang ini yang bikin gua berubah banyak. Mereka yang ngarahin gua ke jalan yang benar (yah.. macam peta lah mereka).

Sebelum gua molai cerita, gua mau jelasin dulu, kenapa tema warna ni buku merah. Ini karena buku ini edisi boeboe. Dia sukaaaa pake banget sama warna merah. Padahal kalo boleh dibilang, warna merah tuuuuu gak cocok banget sama dia. Hahahahahaha (maap boe). Gimana mau dibilang cocok broo, lhawong kulit dia tuh sawo mateng, tapi yang mateeeng banget mendekati busuk tuhh hahahahaha. Makanya kalo dia lagi pake baju atoo aksesoris yang warna merah, gua ketawa2 sendiri… hahahaha

Udahlah gausah banyak cingcong,, check this out.
Well, nama gua amalia rachmawati soewarno soemomardiro pawirodiharjo. Biasa dipanggil ammal. Gua asli sidoarjo, kabupaten paling controversial di jawa timur :p. ni cerita berawal pas tahun 2010, sekitar bulan juli lahhh. Tuh bulan sacral broo.. karena Tuhan ngehukum gua dengan terdampar di pulau tandus, ekstrim, kering dan sepiii bernama Madura (alay gak sihhh… #ala bu suci). Hahahaha.. pas hasil pengmuman snmptn keluar, dan nama gua tercantum disana. tepat lurus dengan sebuah nama universitas yang gua harap adalah gadjah mada… ehh ternyata trunojoyo (eaaaa…).

Tapi jujur aja, pas pengumuman gua nangis broo… gua nangis soalnya gua bisa bikin ibu bapak gua bangga, gua bisa masuk PTN ngalahin berjuta2 peserta di seluruh indo J gua nangis soalnya gua bisa bayar jasa mas gua yang wara wiri demi ngurusin kuliah gua (secara gua anak mami, semuanya harus diurusin), sumpah pengorbanan mas gua tuh gak ada duanya.

Tapi setelah nangis terharu, ati gua muai nangis mirisssss… imajinasi hyperaktif gua mulai bayangin hal2 yang nggak2 broo… yang pertama dan paling krusial jelas gua ngekost lah di Madura. makan cari sendiri, nyuci juga sendiri. Pokoknya hidup gua bakalan bedaa. Gua yang selalu sembunyi di ketiak mas2, bapak, ibu gua, harus menghadapi dunia ini sendirii… (sumpah alay)

Bayangin broo, gua terbiasa hidup dengan Manusia, dikelilingi tembok, jalanan rame, mau beli apa tinggal nelangkahin kaki keluar rumah. Nah ini nih di Madura, gua temenan sama jangkrik, ular, setannn (Madura mistis broo), kosan gua dikelilingi kebun yang dipenuhi semak2 kurang kerjaan yang tumbuh seenaknya. Jalanan disana yaa, lewat sholat isya tuh bisa dibikin lapangan sepak bola… sepiii gilakkkk (tapi anehnya sering banget kecelakaan, ini yang begok jalannya atau yang nyetirr??). gua disana banyak puasanya, hahahaha… makanan disana gak enak, perut gua pernah demo gara2 pertama kali nge-taste makanan disana. parahnya lagi, pengen ini itu harus ke kotanya dulu, apaan… sumpah, kesiksa banget, mana transportasi gak ada (gua gak bisa naek motor… nasib anak cewek terakhir). Mas gua aja pas waktu pertama kali nganter gua bilang “kamu mau jadi teroris disini?” aghh nyebelinnnn. Hidup gua terisolasiiii
Huaahhh… untungnya hidup gua dipulau nan kejam ini mulai terasa menyenangkan saat gua kenal seekor makhluk bernama… “iies manies iank optimies” (nama efbe.nya sumpahhh bikin gua merinding, fitnah tuuu :p).

Dia lahir dua hari setelah gua, 27 agustus 1992 (mungkin karena takut sama gua, makanya lahir belakangan) aslih produk pamekasan. Anak ketiga dari empat bersaudara (kalau boleh bilang, dia paling aneh diantara sudara2nya… hahahaha) anak dari bu hasa dan pak kuncung. Dia pemakan segalaa, apa aja dia suka… hahahaha (11 12 sama gua). Yang lucu adalah dia dulu pernah cerita kalau sebenarnya dia tuh udah game over alias meninggal. Pas baru lahir dia gak nangis, badannya biru. Tapi setelah dipukul pake daon jarak, ehhh dia hidup (mungkin ini pnyebab kenapa dia suka makan daun #sapi… ehhh).

Awaalll banget kenal sama si iis tuh pas semester1, pas pusing2nya nginget jadual kelas, mata kuliah, sama dosen. Hahahaha pas ospek jurusan, tempat dimana gua udah kenal sebagian besar anak 1jurusan, gua bener2 gak sadar kalo dia anak sasing. Baru tau pas kita satu kelas (parahh).

Gua tau iis dari temen 1 kost dan 1 jurusan, namanya wati, doi sama2 asli pamekasan. Well, teknisnya si wati ini beda kelas gitu sama gua, jadi meskipun kita satu kost, kita jarang bareng ngampus…
Awal kuliah sebenernya gua mesti berangkat bareng sama ririn, ika, dan noven, jalan kaki. Pas pertama kenal kita langsung cocok, mungkin karena kita sama2 terisolasi :p hahahaha. Tapi kemudian si ririn bawa motor, tiap harii gua bareng dia. Lama2 gua bosen juga, lagian gak enak sama ika, noven. Masa gua enak2 naek motor mereka jalan. Senggaknya pas gua gak bareng ririn, si ika sama noven kan bisa boncengan bertiga.

So, singkat cerita gua nyarik temen buat jalan kaki… nah kebetulan si iis nihh jalan juga. Gua sering merhatiin dia, ksiaaan banget… panas2 jalan sendirian gituuu. Jujur pertama kali gua merhatiin dia, yang ada dikepala gua cuman “gila ni anak, aneh parah” hahahaha

Bayangin aja brooo… secara dia cewek ya, pake kerudung. Lo tau gak celana apaan yang dia pake? Celana army broooo… gilak ni anak, berani juga eksplorasi mode. Setau gua nih yaaa… celana army itu biasanya dipake sama cowok petualang, kalo gak gitu bapak2 (secara bapak gua juga punya celana model ntu) okelah, celana armynya sih gak aneh, sebenernya keren, cool, maskulin gituuu.. tapi yaa jangan dipaduin sama baju cewek gituu atuhh, pake kerudung pula… aish… bisa bayangin gak lu broo, ples dia pake tas ransel daan spatu sport (gua inget banget warnanya coklat, merek spacy kayaknya)

Tapi gimanapun juga, gua suka orang tipe tipe kayak si iis nih… mereka berani menjadi diri mereka sendiri, pede, gak peduli pendapat orang (ehhh… pas gua kenal deket ternyata dia minderan #penipu hahahahahaha).

Akhirnya gua pun berangkat ngampus, pulang ngampus bareng sama dia. Jalan kaki. Jarak kosn kita ke kampus tuh sekitar 500m lah, itu cuman sampe gerbang. Belom sampe gedung rkb tempat kita kuliah. Bayangin aja yaa… kampus gua tuh HUTAN pake N. so pasti luas banget, nah jarak dari gerbang ke gedung Rkb B itu sekitar 500m juga. Kalo ditotal tiap hari kita tuh jalan 2 km! itu belom kalo ada kegiatan kampus. Bisa bolak balik berkali2. Yahh gak heran lah kalo kaki kita pada bengkak kayak gajah :p
Tapi kalo dpikir pikir, perjalan kita tiap hari tuh selalu penuh dengan dosa. Adaaa aja yang diomongin. Ngegosip lah, dengerin lagu, bikin list orang orang ganteng, cowok idaman, buaaanyyaaaakkkkkkk
Duluu dia tuh namanya bukan iis tapi “cuy” (waktu itu sapaan yang lagi booming tuh “cuy”… apaan cobaa. hahahaha). Semuaaa orang satu kampus dipanggil ‘cuy’ sama dia, diikutin sama nama orang itu. Cuy amal, cuy nita, cuy wati, cuy ipeh, cuy monik. Byuhhh dasar ni mahluk satu yak.

Kalo boleh bilang, selera music orang satu nih, lumayan buruk. Masa dia ngefans sama afgan?? Hellooo….. iyaa, afgan sii banci tuh. Kamar kostnya ada poster afgan, sampe nama efbe dia dikasih ‘afganisme’ di belakangnya. Apaan cobak hahahahahaha…. Tapi yaa hak dia sih.

Gua banyak belajar sama orang ini. Kalau boleh dibilang sih, sifat kita bertolakk jauhhh banget. Tapi kebanyakan sih gua yang negative, dia yang positif. Hehe jujur nih (aduuhhh… sebenernya gua males ).
Dia ituu aer, gua api broo.. dimana mana, gua selalu berfikiran negative sama orang lain.. hahahaha macem suudzon gitu deh. Tapi dia yang selalu bilang “ah.. mungkin ini… ah mungkin gituu… bla bla bla” sok sok bikin suasana cool gitu dia. Hahahaha tapi sebenernya gua tau, jauuhhhh di lubuk hatinya yang terdalam, dia punya sisi suudzon yang separah gua :v tapi yaa mungkin dia gak terlalu ekspose seekstrim gua sih broo.. gua akuin itu J hehehehehe

Pengalaman sama dia????
Ummm buanyakkk lahhh hahahahaha, bingung nyebutin atu atu. Ditambah lagi gua punya penyakit kronis pelupa. Hehe

Iis ituuu gak pernah mau main ke kost gua. Segudang alesaann kalo diajak maen ke kosan. Maunya dia gua yang ke kosan dia (dasar cewek, sukanya diapelin -_-). Dia selalu beralasan kalau suasana kosan gua tuh gak asik lah, individualis lah, ibu kos gua jahat lah. Apaan?? Alesan luuuu :p bilang aja males boeee. Pokoknya dia hamper gaakk pernah maen.

Tapi saudara saudara, ada kalanya dia bela belain nginep di kosan gua. Bahkan dia rela bawa segala macem makanan dan camilan buat gua.. tau kapann saudaraaa???????

Yappp seratuss.. pas ada ujian take home nya BU. SUCI. Dosen paling cinta sama sesuatu yang panjang panjang. Entah itu mata kuliah writing, introlit, helit, apapun itu pokoknya take home mata kuliah Bu Suci, si gendut satu ini tanpa diminta pasti ngerajuk minta nginep di kosan gua …. Hhahahahahaha. Dasarr gendut :v
Tapi sih ya, meskipun dia nginep tetep aja gak konsen ngerjain. Lhawong kita isinya nge gossip, ngeluh, curhat. Hahahaha. Apalagi ditambah ada wati.. buhhh lengkap binti marlengkap dah pokoknya.

Gua pertamakalii kuliah tuh bawa sepeda gitu sob.. gua ngerajuk ama bapak ibu, masa gak kasian liat anaknya jalan bolak balik kampus.. dan meskipun bukan motor, gua dibawain sepeda. Hohoho asekk. Yah secara ya, gua anak terakhir, pegang kunci motor doang sob, itu udah diceramahin berjam jam. Yang bahaya lah, yang takut ada apa2, yang jalanan rame apalah.. yah namanya juga orang tua pasti kawatir sama anknya. Apalagi yang semanis, sekeren gua \o/

Tuh kan mulai ngelantur. Hehe maklum gen sebagai mak mak komplek mengalir deras dalam darah gue. Hahaha. Oke sekarang kita fokus pada kisah gua lebih tepatnya kenangan gua dengan makhluk astral bernama iis.

Hehe sebelumya maaf kalau kronologis ceritanya agak berbeda. Kan ini versi gua, mau dibikin kayak apa ya terserah gua. Kalo gak terima, nulis aja sendiri sanaa… hahahaha tapi yang pasti. Kisah ini bukan fiktif belaka, apabila ada kesamaan nama tokoh dan kejadian bukanlah sebuah kebetulan. *nahloo*
·        
Music dan headset
Music, bagi gua adalah semangat, emosi, sahabat. Dengan dengerin music, gua merasa dunia ini khusus dibangun buat gua. Gua bisa ngerasain jatuh cinta (meskipun gaa pernah.. hahaha), gua bisa ketawa ketawa sendiri, nagis kaya orang kesurupan waktu dengerin dan menghayati lagu. Emang semua orang bakal bilang gua lebay, aneh, gila. Termasukk ni makhluk astral hahahaha.

Dia selalu nyerah kayak maling ketangkap basah kalo gua udah ngomongin laguu. Dan kata katanya yang gua inget adalah “iyahhh lemmm duniamu…” hahaha. Eh tapi gua inget banget loo.. waktu pertamakali kenal, kita kan jalan kaki ke kampus tuh. Gua sering share lagu ke dia.

Pertanyaan yang sering gua tanyain dulu tuh “eh cuy, kamu tau penyayi ini?” dann bisa ditebak, jawabannya selalu “nggak” hahaha. Trus mulai deh aku share lagu, kita dengerin music bereng. Pake headset berdua kayak orang pacaran. Hahahaha… kita dengerin lagu, jalan kaki, dan dasar kita emang sama sama usil yaa, kita nendangin kerikil dari depan kampus sampe nyampe kostt. (Kasihan sepatu gua brooo….). lagu favorit iis dulu itu taylorswift yang speak now. Sama avril yang I love you. sambil denger lagu berdua juga, dulu kebetulan kita ketemu sama idola gua. Namanya Deny, dia jalan di sisi kanan jalan, gua sama iis di kiri jalan. Seneeenggg banget rasanya waktu itu, bisa ketemu deny. Waktu itu, lagu yang kita puter avril yang for real J

gua juga inget, duluuu pas headset gua pernah rusak. gua gabisa dengerin lagu pake headset lagi.. rasanya dunia tuh hancur, separuh jiwaku pergi, *sumpah lebay* tapi emang iya kok :p… gua minta anterin dia beli headset.

Tau gaakkk belinya dimana??? Kita musti ke kamal brooo… emang dasar kampus terisolasi, nyarik apa apa sulitnya minta ampun. Gua masih inget tokonya. Madurodam. Aneh kan nama tokonyaa?? Seaneh pulaunya dan penghuninya (makhluk astral ‘iis’) hahahahaha….. eh sampe sekarang headsetnya masih ada looo J meskipun uda rusak sih, kotaknya juga masih ada. Hahaha harganya pun gua masih inget 25 rebu :D hahahaha kalo urusan duit gua gak pernah lupaa… untuk satu ini, gua mau bilang makasih buat makhluk astral bernama iis J

Adaaa lagi yang bikin ati gua nge jlebb broo…. Dia pernah ngetag gua status efbe. Isinya kurang lebih “aku suka music, karena terkadang dia mengatakan sesuatu yang kurasakan tapi tak bisa ku katakan”.. well boee.. thanks for understanding me so well. :’)

·Antara kota dan sawah
Okee fine. Gua ngaku. Sebenernya gua juga makhluk astral. Gua aneh hahahaha tapi tetep keren dan berkharisma :v.

Gua udah cerita kan kalo gua tuh terbiasa hidup dikeramaian. Yahhh bukannya sok kota sih (iis selalu bilang gua sok kota -_-). Tapi yaa kalo dibadingin, rumah gua lebih kota daripada kampus gua. Tapi, meskipun gitu, tempat favorit gua bukan mall, taman kota, kafe, diskotik, tempat karaoke, atau apapun itu yang berbau kota. Hahaha

Gua lebih suka sawah, kebun, laut. Pokoknya yang berangin sepoi, tenag, hijau, segar. Yah, sebenernya, diasingkan di ppulau horror ini gak selamanya buruk sih. Gua jadi lebih dekat dengan alam, hahaha alam ghoib pun gak ketinggalan.. (ketawa luu -_-).

Gua seriiinggg banget maksa iis buat nemenin gua kesawah. Padahal gua tau, sebenernya dia bosen. Tapi biarin, yang penting gua seneng hahahahahaha. Dulu kita pernah bantuin ibu ibu cabutin rumput di kebun deket kosan iis.

Ceritanya pas waktu musim ujian. Biasa… cuman mata kuliah structure yang sukses bikin gua galau. Hari itu gua kosong banget. Gua sms iis ngajak kesawah, eh dia nge iya.in hahahaha berangkat dah gua ke kosan dia. Kita beli roti buat bekal (sok sok an bawa bekal, kaya mau pergi jauh, padahal sawahnya disebelah kosannya dia).

Kita punnn sukses bantuin ibu ibu itu cabutin rumput. Dasar gua begok ya, yang gua cabut malah taneman kedelainya. Hahahahaha… gabisa bedain mana rumput hama, mana taneman kedelai. Wkwkwkwk… :D tapi satu mimpi gua udah terwujud berkat iis. Gua emang punya mimpi main dikebun. Pengen tau gimana kerja dikebun. Makasih boeeee :*
·
 Touring sepeda
Gua tau broo, sebenernya iis tuh nge fans sama gua. Gara garanya gua berani kuliah bawa sepeda. Hahaha ditambah lagi meskipun gua bawa sepeda, gaya gua tetep keren (ngakuuuuu…. :p). dan biar gua gak sendirian, gua rayu deh si makhluk astral buat bawa sepeda… biar kita bisa naik sepeda bareng.. hahahaha. Dan dia bawa sepeda beneran broooo…

Banyak kenangan sama yang namanya sepeda. Haha yang paling lucu tuh yaaaaaa… kan sepedanya iis dititipin ke kosan gua.. trus kita tinggal kemana gituu… eh paginya, dudukan sepedanya iis dicemongin pake kapur sama ibu kos gua.. hahahhahaha emang dasar ibu kos gua tuh agak kejem orangnya. Tapi ya mo protes gimana, lhawong itu kosan dia. Sejak saat itu, si makhluk astral dendam sama ibu kos gua. (sikap ngalah iis mulai ilang sejak kenal gua *pengaruh buruk*)

Nasib sepeda kita buruk banget.. hahahaha. Kita kan sering pulang, nah sepeda kita tetep stay di kost. Sooo pasti dipake anak anak, dannn mereka semua tidak bertanggung jawab -_- sepeda kita dirusakin mennn dan gaada yang ngaku. Yah, kita cuman ngedumel sendiri. Mau marah gimana, hidup dikos ya emang gitu, harus banyak ngalahnya.

Sekali tempo, pernah iis minjem sepedanya mbak sunar, kita berdua touring sepeda. Jauuuhhhh sampe kamal, masuk ke perkampungan, hutan jati, tempat angker, sekolah yang bangunannya hampir roboh. Nyapa anak kecil yang berangkat ngaji J sumpah, bagi gua itu pengalaman pertama touring sepeda. Exploring kamal.. bagi gua itu pengalaman yang indah dan gak bakal gua lupa (mata gua mulai berkaca kaca pas nulis ini… J). Pulangnya kita istirahat di gardu deket masjid dibawah pohon unik yang rantingnya lurus kayak paying. Kata iis nama pohonnya “Ketapang” itu pertama kali gua tau pohon yang namanya ketapang. Ada buahnya brooo. Dia pecahin buahnya buat gua, katanya rasanya kayak kacang, gurih gitu (dikibulin atau gak gua yaaa -_-). Dan itu buah gua makan juga… gak ada rasanya boeeeee

Sepulang touring, kaki gua sakiiitttt… buat jalan nyut nyutan. Hahaha dasar gak pernah olahraga pake gaya segala touring jauh.
·        
Tragedy Halik dan Mahdar

Hahahahaha…. Ini salah satu kejadian gokil buat gua… hahahaha
Waktu itu ada kuliah siang, kita jalan panas panas, lemeeeessss banget. Eh, ada temen kita namanya Mahdar (dia kalo udah ngomong gak ada ujungnya, mbulet). Dia ngebarengin kita. Kita awalnya ragu, takut motor mahdar rusak. Kan kita berdua ukuran gajah. Hahaha tapi akhirnya kita mau, iis naek duluan. Nah pas kaki iis baru sebelah nagkring di motor mahdar, si Halik dateng (dia juga temen kita, tapi kita takut sama dia.. hehe soalnya dia kayak punya super power gituuu :p). dannn tau gak gimana ekspresi iis ????

Gua masih nget banget dia bilang “Halik cuyyy” trus buru buru nangkring ke motor mahdarr. Hahaha ekspresinya tuhh lucuuuu buangeettt, masih terpatri jelas di memori gua. Lalu Gua dengan sepontan narik si iis buat turun. Gua gak mau dibonceng halik, iis juga ogah. Jadilah kita berebut mahdar (pasti waktu itu mahdar udah ke GeEr an direbutin dua cewek cantik). Dan halik, dengan wajah innocentnya menunggu dengan sabar diatas motor kuningnya (lupa merek apaan hahaha). Tapiii akhirnya sii iis bersedia turun dan dibonceng sama halikk. Hahahahaha di atas motor gua ketawa kepingkal pingkal.
Saat ini kalo inget gua juga masih ketawa sendiri… gua kangen masa ituuuu
·        
Tragedy Betty

Hahaha. Ini pertama kali gua tengkar sama iis. Lucu juga sih, emang gua ngaku, waktu itu yang salah gua. Hahahaha gua suka maksa maksa kann… ceritanya gini brooo
Duluu (gua lupa semester berapa), ada rental buku yang baru buka. Bagi gua itu bagaikan surga di tempat gersang kayak Madura. gua emang suka tempat yang ada banyak bukunya brooo (sombong dikit :v)

Gua sama iis kan pulang kuliah tuh. Nah pas dikampus udah janjian (sebenernya gua maksa, tapi akhirnya dia bilang iya.. yaudahhh ) kita mau ke betty, nyari buku. Nah, trus gua sms dia, katanya bannya bocor. Ya gua dengan polosnya bilang “aku kasian bannya, gak kasian kamu” padahal gua niat becandaa.. gilak emang cewek sensitive parah. Eh dia marah gak jelas brooo.. smsnya sewot bangeeettt. Dia juga pasang status efbe. Gilaakkkk alay parah ni anak kalo marah.. wong ya gak jadi berangkat ke betty. Dasarrr monyettt :v hahaha

Tapi keesokan harinya kita udah baikan kok. Gak mungkin lah dia betah ngambek lama lama sama orang se keren gua. hahahahaha

to be continued..............................