Kala gunungku sudah tidak lagi agung..
Kala hutanku sudah tidak lagi menawan..
Tak kudengar lagi kicau burung dan lolongan anjing hutan..
Sunyi... sepi... dingin mencekam...
Pohon besar nan tinggi bertumbangan...
Tanah gembur dan humus berterbangan...
Bahkan sirna dan hilang entah kemana...
Sunyi... sepi... dan panas menyengat...
Tak kulihat lagi monyet monyet bergelantungan...
Tak kulihat lagi rusa rusa cantik berlarian...
Tak kudengar lagi auman garang si raja rimba...
Mereka tersisih... tersingkir... hingga jejak tak terlacak...
Elok nan permai Bumi Ibu Pertiwi tinggal prasasti...
Alam pun menjerit... menangis... kita tiada peduli...
Mata buta... telinga tuli... bersemayam dalam hati...
Tinggal menanti bencana dan musibah datang silih berganti...
Kapan kita sadar diri dan memulai aksi...
Membangun citra asri Bumi Ibu Pertiwi...
Hijau bumiku... lestari alamku...
Gemah ripah loh jinawi...
-Cak Jito
Kamis, 09 Juni 2016
ADA APA dan MENGAPA ADA dengan MASALAH
orang bodoh hanya membuat masalah
orang pintar memperbesar masalah
orang besar membicarakan masalah
orang cerdik akan mengatasi masalah
orang bijak bersyukur dengan masalah
orang kreatif melihat peluang dari masalah
orang bertakwa naik derajat karena masalah
jadi, gak ada masalah dengan "masalah"
masalahnya hanya bagaimana cara kita menyikapi "masalah"
karena hakikatnya hidup itu rangkaian antara "masalah" demi "masalah"
walhasil jadikanlah "MASALAH" sebagai "Masa mengenal Allah"
kalau begitu sebenarnya "masalah" itu bukanlah "masalah" sepanjang kitanya nggak ber"masalah"
maka mengatasi masalah tanpa masalah
selamat berkompromi dengan dengan "Masalah"
-Cak Jito
orang pintar memperbesar masalah
orang besar membicarakan masalah
orang cerdik akan mengatasi masalah
orang bijak bersyukur dengan masalah
orang kreatif melihat peluang dari masalah
orang bertakwa naik derajat karena masalah
jadi, gak ada masalah dengan "masalah"
masalahnya hanya bagaimana cara kita menyikapi "masalah"
karena hakikatnya hidup itu rangkaian antara "masalah" demi "masalah"
walhasil jadikanlah "MASALAH" sebagai "Masa mengenal Allah"
kalau begitu sebenarnya "masalah" itu bukanlah "masalah" sepanjang kitanya nggak ber"masalah"
maka mengatasi masalah tanpa masalah
selamat berkompromi dengan dengan "Masalah"
-Cak Jito
Kamis, 26 Mei 2016
untuk kesekian kalinya. Untitled
dalam setiap malam, selalu ada pengharapan yang kulantunkan pelan pelan
dalam setiap doa, selalu ada namaMu yang kuucapkan. entah dengan titik air mata atau dengan senyuman
dalam setiap jalan yang kulalui semoga selalu ada rahmat dan ridhoMu yang tak kunjung berhenti
dalam keheningan, aku selalu tahu bahwa aku hanya kepingan yang selalu berharap untuk Kau persatukan
aku tahu segalanya semu, tak ada yang baku. seolah dalam genggaman namun seketika itu pula hilang dalam kehampaan
ah, sudahlah setidaknya Kau lebih tahu apa yang terbaik untukku
-soe
dalam setiap doa, selalu ada namaMu yang kuucapkan. entah dengan titik air mata atau dengan senyuman
dalam setiap jalan yang kulalui semoga selalu ada rahmat dan ridhoMu yang tak kunjung berhenti
dalam keheningan, aku selalu tahu bahwa aku hanya kepingan yang selalu berharap untuk Kau persatukan
aku tahu segalanya semu, tak ada yang baku. seolah dalam genggaman namun seketika itu pula hilang dalam kehampaan
ah, sudahlah setidaknya Kau lebih tahu apa yang terbaik untukku
-soe
Minggu, 15 Mei 2016
untitled
Ono Krido ono Upo
Ono Upo ono Rupo
Ono Rupo ono Rego
Ono Musibah ono Barokah
Ono Masalah ono Hidayah
Ono Fitnah ono Maunah
Eling-waspodo ben Sentosa
Cidro jubriyo mundhak ciloko
Adigang adigung adiguno kecemplung neroko
Kakehan Akal dadine akal-akalan yo biso ngakali
Kakehan wong pinter dadine pinter-pinteran yo biso minteri
Kakehan ati dadine ati-ati njur biso ngerteni yo ngerteni
Diperlukan Revolusi cara pandang, cara berfikir dan cara mensikapi sesuatu
Mudah mudahan bisa merefleksi diri dan membawa maanfaat dan dimaafkan
-Cak Jito
Ono Upo ono Rupo
Ono Rupo ono Rego
Ono Musibah ono Barokah
Ono Masalah ono Hidayah
Ono Fitnah ono Maunah
Eling-waspodo ben Sentosa
Cidro jubriyo mundhak ciloko
Adigang adigung adiguno kecemplung neroko
Kakehan Akal dadine akal-akalan yo biso ngakali
Kakehan wong pinter dadine pinter-pinteran yo biso minteri
Kakehan ati dadine ati-ati njur biso ngerteni yo ngerteni
Diperlukan Revolusi cara pandang, cara berfikir dan cara mensikapi sesuatu
Mudah mudahan bisa merefleksi diri dan membawa maanfaat dan dimaafkan
-Cak Jito
Bukan Disitu
Dunia yang fana, namun memesona
Dunia yang nyata, hanyalah fatamorgana
Dunia yang penuh keindahan dan kemewahan
Disitu ada kerusakan dan kehancuran
Dunia bisa membuat kita ketawa
Tapi bersiaplah kita menjadi ketawaan
Dunia bisa membangkitkan kesombongan dan kecongkakan
Tapi bersiaplah terperosok dalam kenistaan dan kenestapaan
Di Dunia ini tidak ada kesenangan
Kecuali terselip kesedihan
di Dunia ini tidak ada kenikmatan
Kecuali terkandung racun racun yang berserakan
Kau sangka dunia ini bersih?
Padahal penuh dengan kekotoran kekotoran!
Tapi kenapa engkau menghendakinya?
Kau sangka bisa hidup selamanya?
Tapi kenapa tiba tiba hanya tinggal nama?
Bukan, bukan disitu tempatnya kau menetap!!!
Apakah kau masih keenakan dan terlena dengan kenikmatan-kenikmatan itu?
Dan sampai kapan kau mengabdi dan berkhidmat padanya?
Afala ta'qiluun, afala tasykurun, afala tatafakkaruuunn!!!
Bahwa sesungguhnya apa yang kita usahakan di dunia ini adalah sebagai sarana prasarana untuk menuju pada-Nya
Janganlah kau haus cari keuntungan dalam kerugian
Janganlah kau haus cari kejayaan dalam keterpurukan
Janganlah kau haus cari kehormatan dalam ketercelaan
Terimalah Ruh mu dan isilah dengan keutamaan dan kemuliaan
Bukankah kau dikatakan manusia karena ada RuhNya
Tidak ada kebahagiaan kecuali kau raih dengan kesusahan
Barangsiapa mencapai puncak kebahagiaan berarti dia akan sampai pada dasar kesengsaraan
Apabila dikatakan sesuatu itu sempurna
maka akan tampak kekurangannya
dan sesuatu akan hilang dan sirna
apabila telah sempurna
Innalillahi wa innailaihi roji'un
Laailahaillalloh allahuakbar walillah ilham
-Cak Jito
Dunia yang nyata, hanyalah fatamorgana
Dunia yang penuh keindahan dan kemewahan
Disitu ada kerusakan dan kehancuran
Dunia bisa membuat kita ketawa
Tapi bersiaplah kita menjadi ketawaan
Dunia bisa membangkitkan kesombongan dan kecongkakan
Tapi bersiaplah terperosok dalam kenistaan dan kenestapaan
Di Dunia ini tidak ada kesenangan
Kecuali terselip kesedihan
di Dunia ini tidak ada kenikmatan
Kecuali terkandung racun racun yang berserakan
Kau sangka dunia ini bersih?
Padahal penuh dengan kekotoran kekotoran!
Tapi kenapa engkau menghendakinya?
Kau sangka bisa hidup selamanya?
Tapi kenapa tiba tiba hanya tinggal nama?
Bukan, bukan disitu tempatnya kau menetap!!!
Apakah kau masih keenakan dan terlena dengan kenikmatan-kenikmatan itu?
Dan sampai kapan kau mengabdi dan berkhidmat padanya?
Afala ta'qiluun, afala tasykurun, afala tatafakkaruuunn!!!
Bahwa sesungguhnya apa yang kita usahakan di dunia ini adalah sebagai sarana prasarana untuk menuju pada-Nya
Janganlah kau haus cari keuntungan dalam kerugian
Janganlah kau haus cari kejayaan dalam keterpurukan
Janganlah kau haus cari kehormatan dalam ketercelaan
Terimalah Ruh mu dan isilah dengan keutamaan dan kemuliaan
Bukankah kau dikatakan manusia karena ada RuhNya
Tidak ada kebahagiaan kecuali kau raih dengan kesusahan
Barangsiapa mencapai puncak kebahagiaan berarti dia akan sampai pada dasar kesengsaraan
Apabila dikatakan sesuatu itu sempurna
maka akan tampak kekurangannya
dan sesuatu akan hilang dan sirna
apabila telah sempurna
Innalillahi wa innailaihi roji'un
Laailahaillalloh allahuakbar walillah ilham
-Cak Jito
Rabu, 11 Mei 2016
dua puluh delapan april
sudah kelima kalinya kuhabiskan dua puluh delapan april dengan penuh kebimbangan
tahun pertama masih diliputi kedukaan karena memang baru kehilangan
tahun kedua tentu masih sering menangis sendiran. sering duduk melamun menatap matahari sambil bertanya tanya, berandai andai, menitikkan air mata dalam kegelapan
tahun ketiga berusaha menghapus kesedihan, mencari kesibukan, sambil sesekali membayangkan kalau ada njenengan yang memeluk dan menyelamatkan saya dari kesendirian, keputusasaan.
tahun keempat mulai bisa sedikit tertawa, walau sebenarnya dalam hati sedikit merana. mulai sedikit fokus membahagiakan dia, satu satunya hal yang saya punya. mencoba berdiri diatas dua kaki, belajar memahami, belajar lebih mengerti
tahun kelima....
Seperti empat tahun sebelumnya
Tak ada kue kejutan, atau tangis haru karena doa yang kita lantunkan bersama.
Tak ada tawa tawa ringan yang akan selalu lia rindukan.
Tak ada kata bijak atau pesan simpel nan dalam setelah tiup tiup lilin.
bapak, sedikit demi sedikit saya sadar.
akan ada banyak, banyak sekali peristiwa penting dalam hidup saya nantinya yang terlewatkan tanpa njenengan.
tapi jauh dilubuk hati saya yang terdalam, saya tahu, njenengan tidak pernah pergi, njenengan selalu hadir dan ada di sekitar saya.
Saya tau njenengan masih membelai rambut saya saat saya tertidur pulas.
Bapak, kini lia berusaha memenuhi kotak kenangan lia dengan orang baru, peristiwa baru, harapan baru. Meskipun terkadang lia tak yakin dengan jalan yang lia ambil.
Hanya Tuhan Pak, tempat lia berbicara. Karena memang belum ada sahabat seperti njenengan yang mampu membuat lia bercerita panjang lebar.
Jangan kawatirkan lia pak, darah bapak mengalir dalam darah lia, lia pasti bisa.
Lia sudah tak manja, tak lagi mengadu pada ibu.
Lia sudah bisa melakukan banyak hal sendiri pak. Tak bergantung pada orang lain.
Lia sedang menjalani takdir. Lia hanya melakukan apa yang lia yakini.
Kini lia sangat gemar mendengarkan musik musik tua. lirik yang tak pernah tahu artinya apa.
Hanya saja, kedamaian selalu menyergap lia saat mendengarkan musik tua itu pak.
hehehe..
Lia sedang menjalani takdir. Lia hanya melakukan apa yang lia yakini.
Kini lia sangat gemar mendengarkan musik musik tua. lirik yang tak pernah tahu artinya apa.
Hanya saja, kedamaian selalu menyergap lia saat mendengarkan musik tua itu pak.
hehehe..
Bapak. Sehat selalu disana
Tunggu lia disana
Tunggu lia disana
Peluk cium dari anak perempuanmu satu satunya.
Selamat ulang tahun bapak .
Jumat, 22 April 2016
Rindu Angin
Bolehkah aku sedikit merebahkan tubuhku
Berbicara tentang rindu
Yang tak bisa kutemukan definisinya di semua buku
Dengan muka sendu
Kubiarkan tanganmu membelai seperti dulu
Kulihat kau dalam kalbu
Bercerita tentang masa lalu
Tentang hujan yang membenciku
Tentang laut yang selalu memelukku
Tentang awan yang selalu menghiburku
Aku rindu kamu .
Berbicara tentang rindu
Yang tak bisa kutemukan definisinya di semua buku
Dengan muka sendu
Kubiarkan tanganmu membelai seperti dulu
Kulihat kau dalam kalbu
Bercerita tentang masa lalu
Tentang hujan yang membenciku
Tentang laut yang selalu memelukku
Tentang awan yang selalu menghiburku
Aku rindu kamu .
-soe
Langganan:
Postingan (Atom)