abang, hari ini aku letih
sangat letih.
tubuhku penuh luka.
hatiku berceceran darah hitam bang.
darahnya tak kunjung berhenti meski sudah kusumpal dengan berlembar lembar kain.
aku terlampau malu untuk pulang
aku telah menjadi makhluk yang lemah,
malu aku pada biyung bang
malu pula aku padamu.
abang, biarkan aku pulang ke rumah bapak
antar aku ke Maharani
biar dia membawaku pergi
antar aku ke Maharani bang
biar aku pulang ke rumah yang tak pernah kusinggahi
Senin, 14 Desember 2015
Selasa, 01 Desember 2015
tentang hari senin
senin senin senin
senin kedua saya merasakan sebuah kehilangan
dulu.. empat tahun yang lalu
tepat saat mata kuliah Phonology yang membosankan
sore yang melelahkan.
setelah seharian memeras otak dengan bermacam mata kuliah
emosi yang tak menentu
tugas dan kuis yang menumpuk
tepat pukul 17.30 saya mendapatkan kabar yang luar biasa.
tepat saat itu saya pun tak sadar bahwa telepon itulah gerbang transformasi saya.
transformasi dari anak kecil nakal ingusan yang manja menjadi gadis kecil pendiam yang kuat dan mandiri.
telepon itulah yang membuat saya melangkahkan kaki ke dunia yang benar benar berbeda.
saya digembleng oleh waktu, ditipu oleh angin, dibuai oleh laut.
kini senin itu terulang kembali
satu daun lagi gugur meninggalkan tempatnya
melambai dengan anggun kepada daun daun dibelakangnya
seakan berkata "waktuku sudah tiba, kalian harus tetap berjuang"
dan dengan bantuan angin dia menyusuri sawah, laut, menyapa pepohonan tetangga.
dan akhirnya jatuh diatas tanah
menguning, mengering, terinjak, terurai.
hilang
mungkin saat daun itu terbang, dia tak akan pernah kembali
tapi kita tahu pasti
dia akan lebih bahagia dengan kebebasannya.
kita hanya tinggal menunggu waktu untuk terbang
dibebaskan, didamaikan
karena kita hanya daun kecil yang berjuang untuk tumbuh dan bertahan
berjuang untuk tetap bermanfaat dan ada untuk yang lain.
transformasi dari anak kecil nakal ingusan yang manja menjadi gadis kecil pendiam yang kuat dan mandiri.
telepon itulah yang membuat saya melangkahkan kaki ke dunia yang benar benar berbeda.
saya digembleng oleh waktu, ditipu oleh angin, dibuai oleh laut.
kini senin itu terulang kembali
satu daun lagi gugur meninggalkan tempatnya
melambai dengan anggun kepada daun daun dibelakangnya
seakan berkata "waktuku sudah tiba, kalian harus tetap berjuang"
dan dengan bantuan angin dia menyusuri sawah, laut, menyapa pepohonan tetangga.
dan akhirnya jatuh diatas tanah
menguning, mengering, terinjak, terurai.
hilang
mungkin saat daun itu terbang, dia tak akan pernah kembali
tapi kita tahu pasti
dia akan lebih bahagia dengan kebebasannya.
kita hanya tinggal menunggu waktu untuk terbang
dibebaskan, didamaikan
karena kita hanya daun kecil yang berjuang untuk tumbuh dan bertahan
berjuang untuk tetap bermanfaat dan ada untuk yang lain.
Senin, 30 November 2015
cerita tentang blethok
huaaaa
harus melontarkan memori saya jauuhhh jauuhhhh ke belakang
cerita tua tentang GMC dan band jadulnya.
hehehe jadi kangen
well, bapak saya punya banyak sekali sahabat nongkrong waktu jaman mudanya
salah satunya yaa oom blethok.
wkwkwkw bukan nama sesungguhnya sih
tapi nama julukan dari teman teman satu tongkrongan. nama aslinya suer saya gak tau
saya pertama dan terakhir kali ketemu oom blethok waktu SMA.
kala itu kami sekeluarga mengunjungi kota kecil tempat bapak dibesarkan
Rembang,
yah, salah satu kota yang damai menurut saya
bapak sekeluarga dulu mendiami sebuah rumah sederhana namun lumayan luas (dibandingkan rumah di daerah surabaya.. hehe) di kawasan Leteh, Rembang.
beliau sering bercerita mengenai masa kecil dan masa mudanya yang menyenangkan
cerita-cerita beliaupun sampai saat ini masih terekam dalam visualisasi kepala saya
bapak termasuk anak yang lumayan bandel :D hehehe
dia sering ngambilin mangga tetangganya, sering dikunciin sama ibunya karena pulang pagi! nahlo
hehehehe
bapak dulu punya temen nongkrong, mereka menamai diri mereka GMC. duh! cool buanget toh
tapi kalian tau gak apa kepanjangan GMC? wkwkwkw
GMC stands for Gang Mulyo Club ahahahahha oh noooooo
yappp. Gang Mulyo tempat mereka nongkrong bareng, maen musik bareng, nyolong mangga bareng, nge-date bareng, ngisep heroin bareng, ehhhh.... hahahaha
nah, pas ketemu oom blethok ini, beliau buanyaakkk banget bercerita tentang masa muda mereka
ahhahahahaha
konyol
ternyata nama blethok didapat saat oom yang satu ini terperosok dalam lumpur di sawah saat GMC sedang nongkrong (ajegileee... nongkrongnya disawah :v). alhasil kaki oom ini terkena lumpur yang dalam bahasa jawanya blethok
naaahhhhh sejak saat itu temen temen GMC memanggil om yang satu ini dengan nama blethok.
dari oom blethok ini pula saya jadi tahu kalau dulu bapak adalah seorang gitaris. hehehe
gak heran bapak sendiri lah yang ngelatih anak anaknya buat main gitar. (termasuk saya)
oiyaa.. seperti oom blethok, bapak juga punya nama julukan
hahahahahaha nama julukan bapak adalah gowang :D
bapak mendapatkan julukan kebanggaan itu karena gigi serinya ada yang pecah waktu kecelakaan motor.
sepulang dari rumah oom blethok, kami menyusuri stasiun rembang lama yang sudah dialih fungsikan menjadi ruko ruko dan warung kelontong sederhana.
namun uniknya, bangunan utama stasiunnya tidak diubah sama sekali.
kalau kalian berkesempatan kesana, coba deh kunjungi ex stasiun ini. berasa berada di era yang lain.
naahh, dulu bapak sama club nya suka nongkrong disana. ngopi tipis-tipis
wkwkwkkwkw sungguh club yang aneh -_-"
tapi kata saya sih, mereka berazaskan persaudaraan. saling bela satu sama lain. pokoknya gak kayak club. mereka seperti saudara.
anyway, kenapa saya bilang kalau saat itu juga saat terakhir bertemu oom blethok.
karena beberapa tahun kemudian, saat kami berkunjung kembali ke leteh, oom wito bilang kalau oom blethok sudah meninggal beberapa bulan yang lalu
kami sekeluarga amat sangat sedih.
tapi terkadang ketika saya ingat kisah-kisah oom blethok, saya seakan-akan bertemu bapak tua berjanggut putih yang menasehati saya.
beliau menasehati tentang arti sebuah pertemanan, persaudaraan
tentang saling merasa kesakitan, saling berbagi kebahagiaan.
haahhhhhh
rindu oom blethok.. dan bapak tentunya.
harus melontarkan memori saya jauuhhh jauuhhhh ke belakang
cerita tua tentang GMC dan band jadulnya.
hehehe jadi kangen
well, bapak saya punya banyak sekali sahabat nongkrong waktu jaman mudanya
salah satunya yaa oom blethok.
wkwkwkw bukan nama sesungguhnya sih
tapi nama julukan dari teman teman satu tongkrongan. nama aslinya suer saya gak tau
saya pertama dan terakhir kali ketemu oom blethok waktu SMA.
kala itu kami sekeluarga mengunjungi kota kecil tempat bapak dibesarkan
Rembang,
yah, salah satu kota yang damai menurut saya
bapak sekeluarga dulu mendiami sebuah rumah sederhana namun lumayan luas (dibandingkan rumah di daerah surabaya.. hehe) di kawasan Leteh, Rembang.
beliau sering bercerita mengenai masa kecil dan masa mudanya yang menyenangkan
cerita-cerita beliaupun sampai saat ini masih terekam dalam visualisasi kepala saya
bapak termasuk anak yang lumayan bandel :D hehehe
dia sering ngambilin mangga tetangganya, sering dikunciin sama ibunya karena pulang pagi! nahlo
hehehehe
bapak dulu punya temen nongkrong, mereka menamai diri mereka GMC. duh! cool buanget toh
tapi kalian tau gak apa kepanjangan GMC? wkwkwkw
GMC stands for Gang Mulyo Club ahahahahha oh noooooo
yappp. Gang Mulyo tempat mereka nongkrong bareng, maen musik bareng, nyolong mangga bareng, nge-date bareng, ngisep heroin bareng, ehhhh.... hahahaha
nah, pas ketemu oom blethok ini, beliau buanyaakkk banget bercerita tentang masa muda mereka
ahhahahahaha
konyol
ternyata nama blethok didapat saat oom yang satu ini terperosok dalam lumpur di sawah saat GMC sedang nongkrong (ajegileee... nongkrongnya disawah :v). alhasil kaki oom ini terkena lumpur yang dalam bahasa jawanya blethok
naaahhhhh sejak saat itu temen temen GMC memanggil om yang satu ini dengan nama blethok.
dari oom blethok ini pula saya jadi tahu kalau dulu bapak adalah seorang gitaris. hehehe
gak heran bapak sendiri lah yang ngelatih anak anaknya buat main gitar. (termasuk saya)
oiyaa.. seperti oom blethok, bapak juga punya nama julukan
hahahahahaha nama julukan bapak adalah gowang :D
bapak mendapatkan julukan kebanggaan itu karena gigi serinya ada yang pecah waktu kecelakaan motor.
sepulang dari rumah oom blethok, kami menyusuri stasiun rembang lama yang sudah dialih fungsikan menjadi ruko ruko dan warung kelontong sederhana.
namun uniknya, bangunan utama stasiunnya tidak diubah sama sekali.
kalau kalian berkesempatan kesana, coba deh kunjungi ex stasiun ini. berasa berada di era yang lain.
naahh, dulu bapak sama club nya suka nongkrong disana. ngopi tipis-tipis
wkwkwkkwkw sungguh club yang aneh -_-"
tapi kata saya sih, mereka berazaskan persaudaraan. saling bela satu sama lain. pokoknya gak kayak club. mereka seperti saudara.
anyway, kenapa saya bilang kalau saat itu juga saat terakhir bertemu oom blethok.
karena beberapa tahun kemudian, saat kami berkunjung kembali ke leteh, oom wito bilang kalau oom blethok sudah meninggal beberapa bulan yang lalu
kami sekeluarga amat sangat sedih.
tapi terkadang ketika saya ingat kisah-kisah oom blethok, saya seakan-akan bertemu bapak tua berjanggut putih yang menasehati saya.
beliau menasehati tentang arti sebuah pertemanan, persaudaraan
tentang saling merasa kesakitan, saling berbagi kebahagiaan.
haahhhhhh
rindu oom blethok.. dan bapak tentunya.
Jumat, 02 Oktober 2015
sebelum saya lupa
beberapa jam yang lalu saya melihat sosok itu lagi
berbaju abu abu, tampak sangat sehat dan gagah
entah kenapa raga saya secara reflek memeluknya dengan sepenuh kerinduan, setengah ketidak sadaran, setengah kepedihan dalam hati
saya menghambur begitu saja dalam perut buncitnya, memeluknya dengan sangat erat
seakan tak mau melepaskan, tak mau kehilangan dia lagi
rasanya tetap sama, pelukannya tetap sehangat dulu
dan yang membuat saya sedikit berkaca kaca adalah saat dia balik memeluk saya
dengan kerinduan yang sama, saya merasakannya.
"anak cantik" serunya seperti dulu, yah.. dulu...
dikecupnya ujung kepala saya seperti dulu.
dia terasa dekat, sangat dekat
saya pejamkan mata saya erat erat.
tak mau kehilangan sedetik pun momen ini.
ayah.
terima kasih telah hadir beberapa detik, walau hanya dalam dunia isolasi
berbaju abu abu, tampak sangat sehat dan gagah
entah kenapa raga saya secara reflek memeluknya dengan sepenuh kerinduan, setengah ketidak sadaran, setengah kepedihan dalam hati
saya menghambur begitu saja dalam perut buncitnya, memeluknya dengan sangat erat
seakan tak mau melepaskan, tak mau kehilangan dia lagi
rasanya tetap sama, pelukannya tetap sehangat dulu
dan yang membuat saya sedikit berkaca kaca adalah saat dia balik memeluk saya
dengan kerinduan yang sama, saya merasakannya.
"anak cantik" serunya seperti dulu, yah.. dulu...
dikecupnya ujung kepala saya seperti dulu.
dia terasa dekat, sangat dekat
saya pejamkan mata saya erat erat.
tak mau kehilangan sedetik pun momen ini.
ayah.
terima kasih telah hadir beberapa detik, walau hanya dalam dunia isolasi
Rabu, 30 September 2015
arsinga tour de madura
hello people..
well, kali ini saya mau sedikit bercerita tentang sedikit kebahagiaan dalam kebersamaan dengan kawan kawan lama saya.
oke mari kita mulai pada tanggal 19 Juli. the most possible time to start a very short holiday.
happy eid mubarak people! minal aidzin wal faidzin.
semoga kita semua menjadi pribadi yang lebih baik di hari yang fitri ini.
amin amin ya robbal alamin
oke, back to 19 July
sebenarnya saya nggak punya plan yang mateng mateng amat untuk mbolang. malah pada saat saya akan berangkat, saya tidak mempersiapkan apapun. hahahahahaha
biasa, tipe orang artistik (atau aneh?) yaa seperti ini. dadakan mode on!
06.00
bangun tidur...
hahahaha, orang normal pada umumnya (khususnya perempuan) apabila memeng berniat melakukan perjalanan akan bangun lebih pagi dan sudah mempersiapkan perlengkapan dan peralatan bepergian jauh jauh hari.
sedangkan saya? bangun pun telat hahaha, persiapan nol.
jadi begitu bangun, saya berlari ke kamar mandi dan memasukkan apapun yang sedang terbersit dalam benak saya waktu itu kedalam tas.
sungguh luar biasa. (berantakannya.. hahahaha)
saya numpang abang saya yang hendak berangkat bekerja ke terminal purabaya. namun apa daya, saya harus ikut dia belanja beberapa benda di pasar!
well, teknisnya saya secara official saya berangkat pukul 8.00.
di bus, tak banyak yang bisa saya ceritakan. semuanya flat! kecuali kemacetan yang sedang terjadi di daerah Blega. pastinya panas, ngantuk, emosi, dan lapar! (karena kesiangan, saya nggak sarapan... perfect!)
12.00
sampai terminal Pamekasan yang sepinya minta ampun.
panas dan sekali lagi, Lapar!
untungnya kawan saya, boeboe tak lama kemudian menjemput saya dengan kuda besi pinknya (motor var*o).
saya pun kemudian mengunjungi rumah seorang kawan yang dulu satu boardinghouse, wati.
sumpah, langsung saya habiskan kue lebaran di rumahnya dia (mungkin ibunya nanti protes karena kue lebarannya telah ludes dilalap si rakus ammal :D)
boeboe, wati dan saya mulai ngobrol ngalor ngidul. ngerumpi gak jelas (lebaran nambah dosa)
tak lama kemudian duo racun, lukim dan salman dateng ikutan nimbrung.
fyi.. si salman meluncur dari sampang.
kita berlima numplek di rumah wati. tapi langsung ngelaju ke rumah iis.
16.00
rumah iis
makan lagiii... wkwkwkwk.. kali ini menunya bakso istimewaa buatan eboknya iis
sebenernya sih kenyang (tadi makan rujak di rumah waty), tapiii berhubung bau baksonya menggugah seleraa
akhirnya saya mencarikan celah di dalam perut dan masuklah itu bakso dalam perut saya.
ketawa, selfie, lagi dan lagi.
karena memang rasanya lama sekali kami tak berkumpul seperti ini.
mungkin hampir setahun. hahahahaha
oke lanjuutttttt..
kami mengakhiri ke-rempongan kami di rumah iis dan berjanji untuk bertemu kembali selepas isya.
meeting spotnya jangan tanya,
yappp Arek Lancor.
19.00
Arek Lancor..
wkwkwkwk agak lucu sebenarnya,
yang ada di benak saya waktu itu adalah. "kok bisa...?"
saya disana (baca: Pamekasan) adalah orang asing yang malam malam nongkrong di alun2 kota.
sedangkan saat di kota saya sendiri, jangankan nongkrong di alun2 kota.
saya belum pernah bertandang ke alun2 kota saya sendiri, rupa alun2nya pun saya tidak tahu (well, terakhir kali saya kesana saat TK)
hahahaahahaha maaf kota bandeng dan udang, aku tak bermaksud melakukan itu.
kumpul sore itu mneghasilkan kesimpulan :
"Besok kumpul jam 7.00 Pagi di Arek Lancor"
22.00
oke tak banyak yang bisa diceritakan disini
karena saya tertidur pulas bersama mei mei dan waty -_____-
----------------------------------keesokan harinya--------------------------------------------------------------
08.00
oke teknisnya kumpul jam 7.00, tapi temen temen semua pada ngareeettttttt
maklum orang indonesia (ngomong ngadep cermin)
yaoudahhh doueehhhh
kita kumpul daaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnn
foto dulu pastinyaaaa :D
HAHAHAHAHAAA
setelah ber jeprat jepret riaa, kami mulai atur formasi nih ceritanya
motornya ada 4
motor 1 : Lukim + Anni
motor 2 : Mei mei + Boeboe
motor 3 : Salman + Akuuu
Motor 4 : Mahdar (dia menjomblo hingga perbatasan Sumenep)
okeeeeee kita mulai petualangan kitaaaaaa......... \o/
hahahahaahhaahhaahaha
perjalanannya sih lempeng lempeng aja yaa, cuman di kanan kiri jalan itu pemandangannya buedaa.
kanan laut, kiri sawah.
banyak pohon bakau dan kebun tembakau.
maduraa ai lope yuuuuu
jalanannya naik turun. anginnya membuaii.. sumpah, berasa disurgaaaaa.
perjalanan lempeng kami sempat terhenti saat ada sedikit kecelakaan antara 2 motor
naluri sok baik saya pun keluar (wkwkwkw, kebiasaan, kalo ada kecelakaan musti berhenti dan ikut nolongin). untungnya gaada yang terluka fatal :)
lanjootttt jalaaannnnnnnn
.....................................................................................
akhirnya setelah hampir satu jam membetahkan pant*t sata duduk di atas jok motor si salman, akhirnya sampe juga ke perbatasan Sumenep dan Pamekasan.
kesan saya cuman 1 "ternyata jauh juga Pamekasan ke Sumenep. kirain deket kayak Sda-Sub hahhahhaa"
penderitaan pantat saya belum berakhir kawan, sampai di dekat perbatasan Sumenep Pamekasan kami mencarikan mahdar seorang "istri' wkwkwkwkwkwk.
yappp, orang yang paling tidak beruntung karena akan mendampingi mahdar selama pembolangan kita adalahhh.. Fauzi (prok, prok, prok)
oke, teman saya yang satu ini memeng agak eksentrik. dia satu spesies dengan Salman (siap siap digebukin mereka berdua). mereka ini... ummm, apa yaa... mungkin lebih tepat disebut sebagai cowok cantik, hahahahaha.
anyway, I love them because I don't need to worry or shame for being crazy.
karena mereka juga sama gilanyaaa.. lebih gila malah,
hahahahahah (ampuunnnn salll, ziiii)
oke. lanjut
setelah jemput fauzii, kita langsung menuju yang namanya Pantai Lombeng.
eh, tapi kita sempet muter2 Sumenep Kotanya.. tau gak ngapain??????
cari TONGSIS !!! demiapaaa anak2 bela2in muter cuman cari tongsis.. hhahahahaha
okeee setelah dapet tongsis yang lumayan mehong, kita lanjut ke lombenggg....
ada 2 jalur nii yang bisa kita lalui untuk menuju pantai Lombeng
kebetulan kemarin rombongan kita kepecah jadi 2 (gara2 sii Salman nih)
ceritanya si Salman bilang kalau lebih cepet lewat Batang-Batang, nah temen2 pada nyaranin lewat lurus aja (dungkek). dan terjadilah perpecahan diantara kami (hahahahaahah, lebay)
salman doang yang belok kiri. wwkwkwwk dia ingin membuktikan kalau lebih cepet lewat Batang2
dan saya yang memang judulnya hanya "numpang dan di bonceng" akhirnya ikutan deh.
dan kalian tahuuuuu..........
memang lebih cepet lewat Dungkek -__________-" hahahahahahha
saya dan salman sampe terakhirrrrr....
anyway, lewat batang2 not bad kokkk (jujur neehhhh)
jalannya kerenn, naik turun perbukitan. pemandangannya bagus. banyak sawah, kebun bakau, jati dsb
sayang jalannya agak sedikit rusak.
akhirnya kita sampai di lombeeengggggggggg
ini pantat panas bangeeettttttttttttttt, karena emang jauuhhhhhhhhh tak terkira. hahahahaha
buat kalian yang belum tau, pantai ini keren buanget (agak maksa bilangnya), lebih ke unik sih. soalnya ada banyak pohon cemara disini.
cemara yang biasanya ada di dataran tinggi, ini ada di pinggir pantai dan hidup di antara gundukan pasir putih lembut pantai.
kerreeeennn pokoknyaa.
oiyaaa... kalau mampir kesini jangan lupa cicipin sensasi makan kelapa muda sambil nikmati angin laut.
trus cicipin rujaknya hehehe
kita di lombeng sih cuman 2 jam an
takut kemalemann hahahahaha
setelah lombeng kelarr
kita menuju masjid agung sumenep untuk sholat.
fyi.. Masjid Agung sumenep ini keren bangett, arsitekturnya penuh makna (meskipun saya gak tau maknanya apaan)
saya sangat suka suasana di masjid ini. damai, tenang. (prasaan semua masjid gitu --") tapi sueran, masjid ini membekas bangett. (soalnya pernah bobok disini. hahahaha)
--------------------------------keesokan harinya--------------------------------------------
7.30
ngumpul di arek lancor lagiii
P U L A N G
ahoyyyy.....
well, kali ini saya mau sedikit bercerita tentang sedikit kebahagiaan dalam kebersamaan dengan kawan kawan lama saya.
oke mari kita mulai pada tanggal 19 Juli. the most possible time to start a very short holiday.
happy eid mubarak people! minal aidzin wal faidzin.
semoga kita semua menjadi pribadi yang lebih baik di hari yang fitri ini.
amin amin ya robbal alamin
oke, back to 19 July
sebenarnya saya nggak punya plan yang mateng mateng amat untuk mbolang. malah pada saat saya akan berangkat, saya tidak mempersiapkan apapun. hahahahahaha
biasa, tipe orang artistik (atau aneh?) yaa seperti ini. dadakan mode on!
06.00
bangun tidur...
hahahaha, orang normal pada umumnya (khususnya perempuan) apabila memeng berniat melakukan perjalanan akan bangun lebih pagi dan sudah mempersiapkan perlengkapan dan peralatan bepergian jauh jauh hari.
sedangkan saya? bangun pun telat hahaha, persiapan nol.
jadi begitu bangun, saya berlari ke kamar mandi dan memasukkan apapun yang sedang terbersit dalam benak saya waktu itu kedalam tas.
sungguh luar biasa. (berantakannya.. hahahaha)
saya numpang abang saya yang hendak berangkat bekerja ke terminal purabaya. namun apa daya, saya harus ikut dia belanja beberapa benda di pasar!
well, teknisnya saya secara official saya berangkat pukul 8.00.
di bus, tak banyak yang bisa saya ceritakan. semuanya flat! kecuali kemacetan yang sedang terjadi di daerah Blega. pastinya panas, ngantuk, emosi, dan lapar! (karena kesiangan, saya nggak sarapan... perfect!)
12.00
sampai terminal Pamekasan yang sepinya minta ampun.
panas dan sekali lagi, Lapar!
untungnya kawan saya, boeboe tak lama kemudian menjemput saya dengan kuda besi pinknya (motor var*o).
saya pun kemudian mengunjungi rumah seorang kawan yang dulu satu boardinghouse, wati.
sumpah, langsung saya habiskan kue lebaran di rumahnya dia (mungkin ibunya nanti protes karena kue lebarannya telah ludes dilalap si rakus ammal :D)
boeboe, wati dan saya mulai ngobrol ngalor ngidul. ngerumpi gak jelas (lebaran nambah dosa)
tak lama kemudian duo racun, lukim dan salman dateng ikutan nimbrung.
fyi.. si salman meluncur dari sampang.
kita berlima numplek di rumah wati. tapi langsung ngelaju ke rumah iis.
16.00
rumah iis
makan lagiii... wkwkwkwk.. kali ini menunya bakso istimewaa buatan eboknya iis
sebenernya sih kenyang (tadi makan rujak di rumah waty), tapiii berhubung bau baksonya menggugah seleraa
akhirnya saya mencarikan celah di dalam perut dan masuklah itu bakso dalam perut saya.
ketawa, selfie, lagi dan lagi.
karena memang rasanya lama sekali kami tak berkumpul seperti ini.
mungkin hampir setahun. hahahahaha
oke lanjuutttttt..
kami mengakhiri ke-rempongan kami di rumah iis dan berjanji untuk bertemu kembali selepas isya.
meeting spotnya jangan tanya,
yappp Arek Lancor.
19.00
Arek Lancor..
wkwkwkwk agak lucu sebenarnya,
yang ada di benak saya waktu itu adalah. "kok bisa...?"
saya disana (baca: Pamekasan) adalah orang asing yang malam malam nongkrong di alun2 kota.
sedangkan saat di kota saya sendiri, jangankan nongkrong di alun2 kota.
saya belum pernah bertandang ke alun2 kota saya sendiri, rupa alun2nya pun saya tidak tahu (well, terakhir kali saya kesana saat TK)
hahahaahahaha maaf kota bandeng dan udang, aku tak bermaksud melakukan itu.
kumpul sore itu mneghasilkan kesimpulan :
"Besok kumpul jam 7.00 Pagi di Arek Lancor"
22.00
oke tak banyak yang bisa diceritakan disini
karena saya tertidur pulas bersama mei mei dan waty -_____-
----------------------------------keesokan harinya--------------------------------------------------------------
08.00
oke teknisnya kumpul jam 7.00, tapi temen temen semua pada ngareeettttttt
maklum orang indonesia (ngomong ngadep cermin)
yaoudahhh doueehhhh
kita kumpul daaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnn
foto dulu pastinyaaaa :D
HAHAHAHAHAAA
setelah ber jeprat jepret riaa, kami mulai atur formasi nih ceritanya
motornya ada 4
motor 1 : Lukim + Anni
motor 2 : Mei mei + Boeboe
motor 3 : Salman + Akuuu
Motor 4 : Mahdar (dia menjomblo hingga perbatasan Sumenep)
okeeeeee kita mulai petualangan kitaaaaaa......... \o/
hahahahaahhaahhaahaha
perjalanannya sih lempeng lempeng aja yaa, cuman di kanan kiri jalan itu pemandangannya buedaa.
kanan laut, kiri sawah.
banyak pohon bakau dan kebun tembakau.
maduraa ai lope yuuuuu
jalanannya naik turun. anginnya membuaii.. sumpah, berasa disurgaaaaa.
perjalanan lempeng kami sempat terhenti saat ada sedikit kecelakaan antara 2 motor
naluri sok baik saya pun keluar (wkwkwkw, kebiasaan, kalo ada kecelakaan musti berhenti dan ikut nolongin). untungnya gaada yang terluka fatal :)
lanjootttt jalaaannnnnnnn
.....................................................................................
akhirnya setelah hampir satu jam membetahkan pant*t sata duduk di atas jok motor si salman, akhirnya sampe juga ke perbatasan Sumenep dan Pamekasan.
kesan saya cuman 1 "ternyata jauh juga Pamekasan ke Sumenep. kirain deket kayak Sda-Sub hahhahhaa"
penderitaan pantat saya belum berakhir kawan, sampai di dekat perbatasan Sumenep Pamekasan kami mencarikan mahdar seorang "istri' wkwkwkwkwkwk.
yappp, orang yang paling tidak beruntung karena akan mendampingi mahdar selama pembolangan kita adalahhh.. Fauzi (prok, prok, prok)
oke, teman saya yang satu ini memeng agak eksentrik. dia satu spesies dengan Salman (siap siap digebukin mereka berdua). mereka ini... ummm, apa yaa... mungkin lebih tepat disebut sebagai cowok cantik, hahahahaha.
anyway, I love them because I don't need to worry or shame for being crazy.
karena mereka juga sama gilanyaaa.. lebih gila malah,
hahahahahah (ampuunnnn salll, ziiii)
oke. lanjut
setelah jemput fauzii, kita langsung menuju yang namanya Pantai Lombeng.
eh, tapi kita sempet muter2 Sumenep Kotanya.. tau gak ngapain??????
cari TONGSIS !!! demiapaaa anak2 bela2in muter cuman cari tongsis.. hhahahahaha
okeee setelah dapet tongsis yang lumayan mehong, kita lanjut ke lombenggg....
ada 2 jalur nii yang bisa kita lalui untuk menuju pantai Lombeng
kebetulan kemarin rombongan kita kepecah jadi 2 (gara2 sii Salman nih)
ceritanya si Salman bilang kalau lebih cepet lewat Batang-Batang, nah temen2 pada nyaranin lewat lurus aja (dungkek). dan terjadilah perpecahan diantara kami (hahahahaahah, lebay)
salman doang yang belok kiri. wwkwkwwk dia ingin membuktikan kalau lebih cepet lewat Batang2
dan saya yang memang judulnya hanya "numpang dan di bonceng" akhirnya ikutan deh.
dan kalian tahuuuuu..........
memang lebih cepet lewat Dungkek -__________-" hahahahahahha
saya dan salman sampe terakhirrrrr....
anyway, lewat batang2 not bad kokkk (jujur neehhhh)
jalannya kerenn, naik turun perbukitan. pemandangannya bagus. banyak sawah, kebun bakau, jati dsb
sayang jalannya agak sedikit rusak.
akhirnya kita sampai di lombeeengggggggggg
ini pantat panas bangeeettttttttttttttt, karena emang jauuhhhhhhhhh tak terkira. hahahahaha
buat kalian yang belum tau, pantai ini keren buanget (agak maksa bilangnya), lebih ke unik sih. soalnya ada banyak pohon cemara disini.
cemara yang biasanya ada di dataran tinggi, ini ada di pinggir pantai dan hidup di antara gundukan pasir putih lembut pantai.
kerreeeennn pokoknyaa.
oiyaaa... kalau mampir kesini jangan lupa cicipin sensasi makan kelapa muda sambil nikmati angin laut.
trus cicipin rujaknya hehehe
kita di lombeng sih cuman 2 jam an
takut kemalemann hahahahaha
setelah lombeng kelarr
kita menuju masjid agung sumenep untuk sholat.
fyi.. Masjid Agung sumenep ini keren bangett, arsitekturnya penuh makna (meskipun saya gak tau maknanya apaan)
saya sangat suka suasana di masjid ini. damai, tenang. (prasaan semua masjid gitu --") tapi sueran, masjid ini membekas bangett. (soalnya pernah bobok disini. hahahaha)
itu foto kita di depan pintu gerbang masjid. hahaha. hanya punya versi yg udah dibuat meme. *jitak salman
sebenernya, kita mau mampir ke museum dan keraton. sayangnya waktu kita gak cukup. sudah terlalu sore untuk melanjutkan perjalanan. takutnya nanti kemalaman waktu pulang (dan memang pulangnya kemalaman hahahaah.)
jadi agak sedikit kecewa juga saat membatalkan penjelajahan museum dan keraton. tapi sebenarnya sih saya pernah berkunjung ke sana juga. hehe
jadi kecewanya gak kebangetan
sebelum kita balik ke Pamekasan, kita sempet numpang makan nih di rumahnya Fauzi hahaha (ngirit --") makasi yaa fauzi sekeluarga, hahaahah
akhirnya setelah perjalanan melelahkan dan kebut kebutan, kita sampai di pamekasan jugaa.
malam ini saya nginepnya di rumah Anni hahahaah
enaknya punya temen banyak yaa gini ini. tidur numpang, makan gatis. hhahaahaha .
maap yaa teman teman
akhirnya setelah perjalanan melelahkan dan kebut kebutan, kita sampai di pamekasan jugaa.
malam ini saya nginepnya di rumah Anni hahahaah
enaknya punya temen banyak yaa gini ini. tidur numpang, makan gatis. hhahaahaha .
maap yaa teman teman
7.30
ngumpul di arek lancor lagiii
P U L A N G
ahoyyyy.....
Karena badan sudah sangat letihh kita capcus pulang dengan muka lecek
saya diboncengin mei mei, nanti numpang sampai bangkalan trus saya lanjot ke sidoarjonya naik bus.
tapiiiii eh tapiiiiiiii saya gak bawa helm. hahahaa
dan saya pun bersikeras untuk naik bis dari terminal pamekasan saja (daripada nanti kenak tilang -______-")
tapi yang namanya salman, mahdar, dan mei mei membujuk saya untuk tetap bereng mereka.
hehehe akhirnya saya pun dibonceng mei mei.
kita tiga motor beriringan mencari jalan tembusan/ jalan alternatif agar tidak melalui jalanan utama kota Sampang (kalo lewat kota mah bunuh diri! banyak polisi hahaahahaha)
finally mahdar dan mei mei ngikutin sii tuan rumah, salman (makhluk ini produk aslih sampang)
lah, kami semua mengira sang tuan rumah mengetahui dan hafal betul jalanan di kota sampang
ternyata eh ternyata. kita salah besar (awww...............)
kita nyasar T________T
dan gak tau ada dimana. wkwkwkwkwwkwk
untungnya kita semua kembali ke jalan yang benar hahahaha
sampai di sampang. si mahdar mengeluarkan jurus modusnya (mahdar punya cewe asli sampang, adik kelas juga sih. namanya zahroh)
dan dia ngajakin kita semua ke rumahnya zahroh (modusnya adalah silaturrahmi lebaran. padahal aslinya dia mau ngapelin ceweknya cuman takut... hahahahha)
dan dengan muka lecek dan badan letih kita semua nge-Iyain permintaan mahdar.
09.00
rumah zahroh.
haaahah makan jajan lebaran lagiiii
meskipun mata ngantuk, badan capek, kalo liat makanan langsung melek
well, sayangnya calon mertuanya mahdar gaada di tempat.
sementara mereka berdua pacaran, saya, meimei dan salman habisin jajan lebaran hahahaaha
and then suddenly, muncul ide gila
kita diajakin tuan rumah ke sebuah bendungan yang katanya sih deket.
saya dan mei mei sebenernya sudah agak nyerah.
karena secara fisik kita udah agak drop (fyi.. mei mei bawa motor sendiri sejak kemarin)
kalo saya sih pertimbangannya takut kemaleman pulangnya. trus gaada angkot. (nanti kalo diculik gimanaa)
akan tetapi salman, mahdar dan zahroh maksa.
mereka bilangnya "kapan lagi kesini" hadehhhhh -_- punggung sama pantat udah triak triak niii.
but finally we went there.
10.00 (exact timenya udah lupa hahahaha)
waduknya kebetulan saya juga agak lupa namanya, kalo gak salah sih waduk klampis. hehe
akses menuju waduk???
duilehh jangan tanya
susah! hahahaah
kita harus lewatin jalan berbatu, berdebu, panas, sepi, sempit dan jauhhh dari jalan raya.
off road bangettt
kita ngelewatin berbagai macam kebun dan sawah yang, yahhh,,, gersang hahhaahaha
tapi lumayan kok pemandangannya meskipun agak kering
tapi semakin kita mendekati area waduk, banyak tumbuhan hijau (hahahaha ya iyalahm kan deket air)
kalau gak salah juga, waduk ini masuk di kawasan kecamatan kedundung, sampang, madura
wkwkwkw.
akhirnyaaa setelah melewati lembah dan gurun (alay.. hahaa)
sampailah kita di waduk yang airnya tuh ijo gitu
heheeh
untuk view nya lumayan bagus. soalnya waduk ini berada tepat di bawah lereng perbukitan.
sayangnya waduk ini kurang dirawat, dan tampaknya belum banyak diketahui oleh wisatawan
mungkin karena aksesnya yang terlalu jauh dari pemukiman.
well, disini harus hati hati juga kalau parkir kendaraan bermotor. karena memang tidak ada tempat parkir ahahahaha
jadi kita bergantian jaga motor deh.
ini nih foto foto kita saat di waduk klampis
saya diboncengin mei mei, nanti numpang sampai bangkalan trus saya lanjot ke sidoarjonya naik bus.
tapiiiii eh tapiiiiiiii saya gak bawa helm. hahahaa
dan saya pun bersikeras untuk naik bis dari terminal pamekasan saja (daripada nanti kenak tilang -______-")
tapi yang namanya salman, mahdar, dan mei mei membujuk saya untuk tetap bereng mereka.
hehehe akhirnya saya pun dibonceng mei mei.
kita tiga motor beriringan mencari jalan tembusan/ jalan alternatif agar tidak melalui jalanan utama kota Sampang (kalo lewat kota mah bunuh diri! banyak polisi hahaahahaha)
finally mahdar dan mei mei ngikutin sii tuan rumah, salman (makhluk ini produk aslih sampang)
lah, kami semua mengira sang tuan rumah mengetahui dan hafal betul jalanan di kota sampang
ternyata eh ternyata. kita salah besar (awww...............)
kita nyasar T________T
dan gak tau ada dimana. wkwkwkwkwwkwk
untungnya kita semua kembali ke jalan yang benar hahahaha
sampai di sampang. si mahdar mengeluarkan jurus modusnya (mahdar punya cewe asli sampang, adik kelas juga sih. namanya zahroh)
dan dia ngajakin kita semua ke rumahnya zahroh (modusnya adalah silaturrahmi lebaran. padahal aslinya dia mau ngapelin ceweknya cuman takut... hahahahha)
dan dengan muka lecek dan badan letih kita semua nge-Iyain permintaan mahdar.
09.00
rumah zahroh.
haaahah makan jajan lebaran lagiiii
meskipun mata ngantuk, badan capek, kalo liat makanan langsung melek
well, sayangnya calon mertuanya mahdar gaada di tempat.
sementara mereka berdua pacaran, saya, meimei dan salman habisin jajan lebaran hahahaaha
and then suddenly, muncul ide gila
kita diajakin tuan rumah ke sebuah bendungan yang katanya sih deket.
saya dan mei mei sebenernya sudah agak nyerah.
karena secara fisik kita udah agak drop (fyi.. mei mei bawa motor sendiri sejak kemarin)
kalo saya sih pertimbangannya takut kemaleman pulangnya. trus gaada angkot. (nanti kalo diculik gimanaa)
akan tetapi salman, mahdar dan zahroh maksa.
mereka bilangnya "kapan lagi kesini" hadehhhhh -_- punggung sama pantat udah triak triak niii.
but finally we went there.
10.00 (exact timenya udah lupa hahahaha)
waduknya kebetulan saya juga agak lupa namanya, kalo gak salah sih waduk klampis. hehe
akses menuju waduk???
duilehh jangan tanya
susah! hahahaah
kita harus lewatin jalan berbatu, berdebu, panas, sepi, sempit dan jauhhh dari jalan raya.
off road bangettt
kita ngelewatin berbagai macam kebun dan sawah yang, yahhh,,, gersang hahhaahaha
tapi lumayan kok pemandangannya meskipun agak kering
tapi semakin kita mendekati area waduk, banyak tumbuhan hijau (hahahaha ya iyalahm kan deket air)
kalau gak salah juga, waduk ini masuk di kawasan kecamatan kedundung, sampang, madura
wkwkwkw.
akhirnyaaa setelah melewati lembah dan gurun (alay.. hahaa)
sampailah kita di waduk yang airnya tuh ijo gitu
heheeh
untuk view nya lumayan bagus. soalnya waduk ini berada tepat di bawah lereng perbukitan.
sayangnya waduk ini kurang dirawat, dan tampaknya belum banyak diketahui oleh wisatawan
mungkin karena aksesnya yang terlalu jauh dari pemukiman.
well, disini harus hati hati juga kalau parkir kendaraan bermotor. karena memang tidak ada tempat parkir ahahahaha
jadi kita bergantian jaga motor deh.
ini nih foto foto kita saat di waduk klampis
menantang matahari jekkk (siang bolong ke waduknyaa.. hahahaha)
hahahaahaha (dari kiri) salman, mahdar, sayaa.. abaikan kami bertiga. liat belakangnya ajaa. hahahaa
charlie angels (mahdar cewekkk)
aku diperebutkaannnn. hahaahahahahah -______-
The best pict ever !!!!! walaupun di pojok kiri ada jempolnya meimei (dia sensi gak diajak foto)
okeeee finally, inilah tujuan terakhir mbolang saya dan teman teman.. hehehe
aku kangen kalian gaeessssss
kapan isa gini lagi.
Jumat, 25 September 2015
sebelum aku
sebelum aku benar-benar menikmati hangatnya matahari pagi bersamamu,
aku harus melewati malam malam panjang dengan kepayahan
malam malam panjang penuh kerinduan, kesakitan, konspirasi karatan, tangisan dan tikaman hebat dalam tiap inci hati dan jantungku.
sepersekian detik dan beberapa detik lainnya
waktu waktu terbaik dalam hidupku selain tertawa bersama para pahlawanku adalah saat berhasil membuatmu bercerita panjang lebar akan semua mimpi, luka luka lama,
kata yang tak pernah bisa kau ucapkan, kata yang seharusnya diucapkan namun tertelan kebisuan.
cerita akan nyerinya kaki kakimu saat menginjak jarum waktu kala itu, gelinya saat bulu bulu kucing kecil nakal itu menyentuh kakimu.
untuk seepersekian detik aku begitu yakin, tapi beberapa detik berikutnya, pijakan kaki kakiku mulai goyah.
waktu waktu terbaik dalam hidupku selain itu adalah saat menyadari kau selalu mengulurkan tanganmu untukku, kau selalu menguatkanku, entah dengan kata kata manismu atau tindakan patriotikmu.
kau selalu ada saat aku membuka mata. kau jua yang membendung aliran sungai dari kedua mataku.
untuk sepersekian detik aku sangat yakin kau nyata, tapi beberapa detik berikutnya mataku tak mengenalimu.
kedua tangankupun tak mampu menyentuhmu, transparan,
hatiku tak bisa merasakanmu, sedikitpun
kau bagaikan fragmen dalam imajiku yang tak pernah menyebrang tembok nyata.
kata yang tak pernah bisa kau ucapkan, kata yang seharusnya diucapkan namun tertelan kebisuan.
cerita akan nyerinya kaki kakimu saat menginjak jarum waktu kala itu, gelinya saat bulu bulu kucing kecil nakal itu menyentuh kakimu.
untuk seepersekian detik aku begitu yakin, tapi beberapa detik berikutnya, pijakan kaki kakiku mulai goyah.
waktu waktu terbaik dalam hidupku selain itu adalah saat menyadari kau selalu mengulurkan tanganmu untukku, kau selalu menguatkanku, entah dengan kata kata manismu atau tindakan patriotikmu.
kau selalu ada saat aku membuka mata. kau jua yang membendung aliran sungai dari kedua mataku.
untuk sepersekian detik aku sangat yakin kau nyata, tapi beberapa detik berikutnya mataku tak mengenalimu.
kedua tangankupun tak mampu menyentuhmu, transparan,
hatiku tak bisa merasakanmu, sedikitpun
kau bagaikan fragmen dalam imajiku yang tak pernah menyebrang tembok nyata.
Langganan:
Postingan (Atom)










